"have you seen my chidlhood" (song by: MJ)
Kawan..pernahkan kau mengetahui dongeng tentang peterpan. Seorang bocah lelaki yang ingin terus menjadi anak kecil sepanjang hidupnya??
Mungkin hal ini hanya bisa terjadi dalam dongeng saja. Namun tahukah kalian...kalau masa kecil itu merupakan masa yang penuh dengan kebahagiaan.mungkin hal inilah yang mendorong si pengarang dongeng peterpen membuat hal demikian. Menjadikan tokohnya ingin terus hidup dalam dunia anak-anak. Mungkin kalian pernah merasakan masa itu, karena setiap manusia pastilah pernah melewati masa-masa itu.betabpa menyenangkan bukan masa kanak-kanak itu??? Meskipun tidak semua anak-anak bisa merasakan kebahagiaan yang sangat menyenangkan itu. Namun pastilah setiap individu punya caranya tersendiri untuk membuat masa itu menjadi berkesan dan takkan pernah terlupa.
Andaikan masa bisa diputar kembali, atau ada alat yang bisa membuat manusia kembali kemasa yang diinginkan serta dalam kondisi yang diinginkan, pastilah sudah membuat waktu menjadi kacau, karena setiap orang ingin kembali kemasa yang diinginkan untuk mengulang kesalahan atau hanaya sekedar merasakan atmosfer kenangan saja. Ah...tapi itu hanya ada dalam cerita atau dongeng, atau bahkan kartun animasi yang sering kali aku tonton saat kecil bahkan sampai sekarang pun masih.
Ya..jika aku di berikan kesempata untuk kembali kemasa itu, takkan ku sia-siakan kesempatan itu. Bukan untuk menebus kesalahan atau kekeliruan yang aku ambil dimasa itu, aku hanya ingin merasakan kembali semangat ku yang dulu pernah ada, mimpi-mimpiku yang telah ku ukir dalam asa, dan keceriaan serta kebebasanku .
Mengapa aku tiba-tiba menulis demikian kawan...sungguh aku tergugah ketika membaca novel yang menceritakan tentang masa kanak-kanak dengan sejuta dunianya yang pernah kulalui sebelumnya. Dan ditambah dengan iringan musik anak-anak jaman dulu karya sherina dengan judul pelangiku, menambah kerinduanku akan masa itu. Yah..masa dimana aku belum kenal dengan yang namanya masalah dan kewajiban. Dimana aku masih bisa dengan bebas berlari kesana-kemari, berteriak lantang, mengadu lomba dengan kawan sebaya, masih berbantah-bantah dengan ibu ketika disuruh, atau sekedar merengek meminta sesuatu yang aku inginkan. Ah......itu sudah berlalu 12 tahun, namun atmosfer itu masih terus menggelayut di dalam benakku. Tak bosannya aku memutar kembali kenangan itu dengan berbagai caraku sendiri. Dari mulai membuka album kenangan yang terekam dalam foto, mengulang cerita bodoh waktu kecil, sampai sibuk mencari tembang kenangan masa kecilku, salah satunya lagu sherina yang merdu dilantunkan oleh penyanyinya dengan tema dunia anak-anak .
Baru tersadar ketika dewasa ini. Ketika aku kecil, sering kali aku ingin cepat dewasa, karenan menurutku menjadi dewasa itu lebih asik. Karena semua dikerjakan sendiri, mengambil keputusan sendiri, dan sudah diperbolehkan ini-itu sendiri tanpa perlu meminta ijin orang tua. Ah...betapa sederhananya pemikiranku dulu. Terkadang aku menertawakan diriku sendiri ketika teringat impian itu. Namun ketika itu semua aku lalui..pikiran itu malah berubah jadi menyebalkan. Awalnya aku tidak menyangka secepat ini berlalunya masa kecilku, walaupun memang waktu itu berjalan sangat cepat seiring banyaknya kegiatan menyita waktu dan lain sebagainya. Hingga gerbang dewasapun akhirnya tiba didepan mata. Sedikit demi sedikit ku mulai tidak nyaman dengna perubahan yang terjadi, dari mulai aktifnya hormon-hormon puberitas hingga perubahan fisik yang wajar terjadi. Memang lumrah jika rasa tidak nyamanku ini muncul ketika awal puberitas, tapi inilah awal aku mengetahui kalau dunia dewasa itu tidak sesederhana yang aku impikan kala kecilku dulu.
Dulu aku sempat berifikir kalau bersekolah tingkat SMP itu menyenangkan. Karena ada pelajaran yang baru dan lebih aplikatif untuk dipelajari. Serta pergaulannya sudah mulai meluas. Namun setelah aku melaluinya, sungguh aku ingin kembali kemasa duduk di bangku sekolah dasar. Karena banyak sekalai tuntutan yang harus dipenuhi agar bisa dianggap lulus dalam mata pelajaran itu. Ah...masa kecil memang menyenangkan
Dulu aku sempat berfikir kalau bersekolah tingkat SMA itu menyenangkan. Karena kita sudah boleh memegang uang sendiri, memiliki banyak teman, penampilan lebih sedikit seperti orang dewasa, bicarapun mengenai hal-hal yang dewasa. Serta tidak susah lagi mencari pakaian atau sepatu untuk kita kenakan. Karena pakaian dewasa sangat bagus dan terlihat elegan. Serta banyak merk yang terkenal juga. Serta untuk suksesnya juga cepat. Namun setelah aku melaluinya, tidak banyak yang berbeda, sama saja seperti masa SMP. Malah tuntutannya lebih banyak dan lebih rumit persyaratannya. Serta kita dituntut merangkai masa depan sendiri.
Dulu sempat berfikir kalau bersekolah tingkat perguruan tinggi itu menyenangkan. Karena kita bisa jauh dari orang tua, mengurus diri sendiri, boleh bepergian jauh sendirian, membelanjakan uang sendiri yang pasti sudah boleh memegang kartu ATM sendiri. Itu suatu keinginan ku waktu kecil, menggunakan mesin penghasil uang sendiri..hahahaha imipian yang sangat sederhana bukan??. Namun setelah aku menjalaninya sekarang, terasa menyusahkan...malakukan semuanya sendiri. Jika lengah sedikit mengatur waktu, maka semuanya jadi berantakan. Bahakan jika sedikit salah mengatur uang taruhannya adalah perut tak terisi. Salah mengambil tindakan, bisa jadi mengundang musuh. Salah mengampil keputusan, resiko ditanggung diakhir. Pokoknya serba penuh ketelitian deh...
Dulu sempat terfikir kalau cinta itu menyenangkan karena orang dewasa selalu menyebutkannya, namun setelah aku tahu, bahwa cinta tidak sesederhana itu...namun sejatinya ada cinta yang memang dilahirkan untuk membahagiakan satu sama lain bukan saling menyakiti. Ah...untuk itu aku masih terlampau jauh, cukup cinta ibu dan ayahku saja yang aku tahu dan juga cinta pada tuhanku dan teman-teman terbaikku untuk saat ini.
namun sisi positifnya adalah..aku bisa mewujudkan apa yang aku impikan kala kecilku itu. Semua tinggal kenangan kala aku mengukir impian itu hanaya dalam asaku, dan kini satu demi satu sudah terwujud. Meskipun masih panajang perjalanan ini, namun aku masih bersyukur bisa melewati masa-masa itu dengan kenangan yang akan terus ada dalam ingatan remote ku ini....
Entri Populer
-
Gak kerasa sudah 1 tahun berlalu (belon deng baru 1 setengah semester) dan gue ngejalanin satu tahun bela...
-
Ya Allah..kenapa hati ini gamang banget... >0 ‘satu pagi dihari raya by raihan’ , gue sempet sedih banget...apalagi salah satu liriknya “...
-
hum...sepertinya jepang itu merupakan salah satu negara dengan pusat budaya dunia yak.gak tau kenapa kalo ditanya tentang jepang,pasti banya...
-
gak seharusnya gue nulis ini postingan. karena gue cewe,tapi kenapa gue tetep nulis??? hahahaha... yah, pasti gue punya alesan tersendiri k...
-
“niatnya mau ngerjain buat ngasih kejutan ulang tahun tapi kok...jadi kayak gini yak...” Temen gue baru kemaren ulang tahun, nah karena t...
-
Bahagia rasanya mendengar suara mereka dari balik telepon selular. Walaupun hanya suara tapi keceriaa...
-
Aku adalah makhluk yang berasal dari kumpulan sel yang nista dan kotor. kau tahu apakah itu??mungkin kalian yang belajar ilmu manusia menget...
-
Kali ini gue nulis blog yang terfikir sekilas aja di benak gue. Lebih tepatnya gue lagi ngelakuin hal yang sesuai ama judul blog ini. Yup, h...
-
Sudah gak kerasa yak, kita ada dipenghujung bulan ramadhan. Bulan dimana paling spesial dari bulan-bulan yang lainnya. Dimana segala yang ki...
-
lo pernah gak ngerasain dimana lo gak guna banget. nah itu dia yang uge lagi rasain sekarang. gak tau kenapa gue ngerasa ga guna bangetttt.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar