Entri Populer

Rabu, 11 September 2013

Napak Tilas

Aku adalah makhluk yang berasal dari kumpulan sel yang nista dan kotor. kau tahu apakah itu??mungkin kalian yang belajar ilmu manusia mengetahui dari mana kita berasal. Aku tak perlu menjelaskan panjang lebar disini, memang ini bukanlah kuliah umum. Kalian mungkin akan dengan sendirinya tahu atau mencari, karena kita dianugerahkan seonggok organ yang bertugas dan memiliki fungsi luhur untuk mencari pengetahuan. Aku merupakan pemenang, karena berhasil mengalahkan calon saudara-saudaraku. Aku berhasil bertahan hingga sampai batas waktu yang telah ditakdirkan sang illahi kepadaku. Aku lupa proses yang terjadi saat aku terbentuk,dan aku lupa perjanjian apa yang telah aku jalani dengan penciptaku sewaktu aku berada di alam antah berantah, namun aku bisa melihatnya kembali dalam kitab-Nya. Tangisku pecah ketika aku tahu dimana sesungguhnya aku dikeluarkan. Inilah aku tubuh ringkih, pikiranku tak mengetahui sesiapapun, tak tahu harus berbuat apa. Aku buta, aku tuli, aku bisu, aku bodoh, aku bingung. Aku tak mengerti tujuanku...terus mencari, meraba untuk tujuan hidupku. Sampai tiba ketika sentuhan kasih itu dengan lembut membelai tubuh ini. Kecupan sayang yang tertoreh pada wajah ini. Seuntai rasa syukur yang terajut dalam tiap-tiap doa. Mereka, lelaki dan perempuan yang siap menjaga dan melindungi tubuh ringkih ini untuk tetap bertahan dalam alam nyata, alam dunia. Tak pernah sedikitpun mereka mengeluhkan apa yang menjadi mau ku. Mereka hanya ingin melihatku tetap tersenyum, walaupun harus berkorbankan tangisan dan rasa perih. Teramat sayangnya mereka pada tubuh ringkihku ini sampai mereka rela untuk berbuat apa saja agar aku tetap bertahan. Mereka mengajariku melihat, mereka mengajariku mendengar, mereka mengajariku berbicara dan mereka mengajariku bagaimana melangkahkan kaki-kaki ini untuk menapaki liku kehidupan. Tak lupa untaian doa terus terpanjat untuk setiap kebaikan kepadaku. Entah mengapa, mereka selalu terlihat bangga akan setiap hal kecil yang aku capai. Hingga aku akhirnya mengetahui apa tujuan dari kebaikan mereka. Ketika pikian ini sudah matang untuk mengetahui arti kehidupan yang sebenarnya, dan hati ini sudah dapat memilah mana yang benar dan buruk. Ternyata keinginan mereka sederhana, yaitu aku dapat mandiri dan menjadi seorang insan yang beriman dan berterimakasih kepada Tuhannya, hanya itu. Sangat mulia pengorbanan mereka terhadap diriku. Mereka merawat dengan kasih dan sayang serta peluh yang selalu terbuang tanpa Cuma-Cuma hanya untuk membuat aku mandiri dan menjadi insan yang beriman dan berterimakasih kepada Tuhannya. Ya tuhan...siapakah mereka sehingga mereka rela mengabdi kepada tuhannya dengan merawat tubuh ini hingga menjadi seseorang yang mandiri dan menjadi seorang insan yang beriman dan berterimakasih kepada tuhannya?? Waktu berputar bagai roda giling yang menderu. Tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga dan seterusnya. Tubuh ringkih ini terus dibina dan dirawat oleh mereka, lelaki dan perempuan istimewa. Keluh kesah terkadang muncul diantaranya, kesal dan jenuh tak pernah pupus dari setiap perjuangan mereka merawat tubuh ringkih ini. Selalu dan selalu, terus dan terus, mereka tak pernah berhenti untuk melanjutkan keinginan mereka keatas tubuh ini. Aku, makhluk yang buta dan penuh dengan kekurangan semakin menjadi makhluk yang kuat. Kuat untuk menghadapi dunia, kuat untuk menghadapi tantangan dan kuat menghadapi cobaan. Siapa lagi kalau bukan ilmu dari mereka yang telah diajarkannya padaku. Sehingga aku mengerti kemana harus melangkah, bagaimana aku harus berbuat, kepada siapa yang harus aku jadikan tempat mengadu atas tiap masalahku. Mereka, ya mereka lelaki dan wanita istimewa yang berjasa atas ilmu kehidupan. Aku terkadang jengah dengan apa yang mereka ajarkan dan berikan. Perhatian mereka terkadang menjadi suatu kekangan bagiku, sayang mereka terkadang menjadi hal kecil yang terkadang selalu ku abaikan, cinta mereka terkadang menjadi hal biasa saja hingga aku mencari cinta dari yang lain. Namun ketika aku terjatuh, merekalah yang pertama kali peduli atas apa yang menimpaku. Mereka begitu khawatir atas apa yang terjadi padaku. Segala cara dan upaya mereka lakukan demi mengembalikan senyuman ku, senyuman yang selalu ingin mereka lihat pada tubuh ringkih ini. Sedangan yang lain hanya melihat dari kejauhan. Teman, kawan, sahabat, bahkan lawan. Mereka hanya melihat dalam diam jika aku terjatuh. Tetap saja aku tidak melihat itu merupakan cinta sejati dan sayang yang abadi. Ku lawan mereka, kusakiti hati mereka, kuabaikan setiap apa yang mereka berikan. Seolah aku sudah siap dan kuat untuk menghadapi ganasnya dunia ini. Merekalah yang kembali merengkuhku ketika aku terjatuh dan tersungkur. Bodohnya diriku ini, mengapa selama ini aku tak melihat ketulusan mereka. Aku telah dibekali banyak oleh mereka, tapi tetap aku dibutakan oleh hal lain yang menyebabkan aku tak melihat kemurnian cinta mereka. Padahal lelaki dan wanita itu hanya mewujudkan mimpi yang sederhana, aku mandiri dan menjadi insan yang beriman dan berterimakasih kepada Tuhannya, itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang, namun mengapa aku bebal untuk itu. Oh betapa malangnya aku ini. Tuhan mengapa kau menciptakan aku yang begitu bebal. Namun mereka selalu dan selalu tidak hentinya mendoakan aku supaya aku kuat dan aku bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Meskipun harus berjuang bercucur keringat dan darah. Berkorbankan sakit dihati, tetapi maaf selalu terbuka untukku. Mereka berfikir aku ini masih harus terus dibimbing karena memang aku ini ringkih dan rapuh. Sehingga mereka maklum atas perlakuanku terhadap mereka. Inilah aku sekarang. Tidak, aku belum cukup kuat namun aku mampu untuk bertahan pada hal-hal tertentu yang masih bisa aku tolerir. Tetap saja aku masih tergantung pada mereka. 21 tahun mereka merawat dan mengasuh aku. Tubuh ringkih dan rapuh ini yang buta, tuli, bisu, dan bodoh. Dengan sabar mereka mengajariku untuk dapat melihat, mendengar, berbicara dan berfikir. Dengan sabar mereka menuntun aku untuk mengenal tujuan hidupku. Dengan sabar mereka menitah aku kepada Tuhanku. Dengan sabar mereka mengenalkan aku mengenai arti hidup yang sebenarnya. Dengan sabar mereka menyuapi aku dengan bersendok-sendok pelajaran tentang kehidupan. Dengan sabar mereka membesarkan aku untuk mencapai tujuan yang sangat sederahana, membuatku mandiri dan menjadi insan yang beriman dan berterimakasih kepada Tuhannya. Disinilah awal dari akhir perjuangan yang sesungguhnya. Berseragamkan baju kebesaran yang mungkin menjadi dambaan semua orang diluar sana. Kupersembahkan sedikit dari rasa terimakasihku atas semua jerih payah kalian. Meskipun menurutku belum sempurna balas budiku pada kalian. Ini baru pencapaian awal saja, masih banyak dan panjang lagi. Aku masih bergantung pada kalian, terutama doa kalian wahai lelaki dan wanita istimewa ku. Pencapaian akhir suatu pendidikan hidup dan awal dari perjuangan dalam hidup. Teruntuk untuk lelaki hebatku (Husaini) dan wanita perkasaku (Nuraini) Dari ananda tercinta Siti Musdalifa

Jumat, 28 Oktober 2011

I HATE MY SELF

lo pernah gak ngerasain dimana lo gak guna banget. nah itu dia yang uge lagi rasain sekarang. gak tau kenapa gue ngerasa ga guna bangetttt....seolah-olah gue emang gak punya potensi apa-apa. entah apa namanya ini. rasanya gue butuh aja penyemangat supaya gue bisa bangkit lagi. sebetulnya gak ada masalah apa-apa, tapi gak tau kenapa gue...GUE....kkkyyyyaaaaaa...... TT___TT

sumpah gue gak tau ini perasaan galau, resah, risau..atau apalah, susah banget buat diungkapin dah

rasanya gue pengen nangis sekenceng-kencengnya, menggugu..terus kulari kehutan belok ke pantai terus nyari semak-semak..nongkrong disitu...(haaaa....lupakan)

bener-bener gak tau harus ngomong apa disini,ngungkapin apaan, gue juga gak tau..pokoknya gue marah, benci sama keadaan kayak gini..rasanya pengen nampar sesuatu buat ngilangin perasaan kayak gini....
dan yang jadi sasarannya akhirnyat gue nulis aja...
>0<

#gue benci keadaan gue sekarang ini!!!
#pergi aja lo si MALAS,si PENGECUT gue gak butuh lo dalam hidup gue!!!

Selasa, 20 September 2011

LOVE LETTER IN YOUR BIRTDAY (I LOVE YOU MOM)

Hari ini..tepat di tanggal 21 september 45 tahun silam. Lahirlah seorang anak perempuan yang dalam keadaan tidak tau apa-apa. Sikecil itu tidak mengetahuia kejadian di 45 tahun yang akan datang. Namun sang ibu membesarkan putri kecilnya itu dengan penuh kasih dan sayang. Si kecil tumbuh menjadi seorang yang sangat berani dan lincah. Walaupun tubuhnya kecil namun semangat dan keberaniannya menglahkan nyali sang kakak.

Waktu terus berjalan..sikecil pun tumbuh dan terus tumbuh. Belajar dari jenjang sekolah yang satu dan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Sekarang julukannya bukan sikecli lagi, melainkan seorang gadis remaja yang sedang merekah. Gadis ini memiliki paras yang cantik, rambut hitam lebat, dan juga pintar. Tak heran gadis memiliki banyak temana karena suka bergaul juga ramah. Begitupun orang tua si gadis ini. Sangat terbuka dan dermawan. Terkadang si gadis merasa empati dengna teman yang berkekurangan. Namun karena gadis ini sangatlah baik hati, maka dia tidak akan memili-milih teman. Dia akan berusaha mengatakan yang benar jika memang itu benar, dan mengatakan tidak jika itu salah. Keberaniannya sejak masa kanak-kanak terus tumbuh hingga si gadis ini remaja.

Kisah percintaannya??? Jangan ditanya..si gadis ini termasuk salah satu gadis pujaan di sekolahnya. Tak heran banyak bujang-bujang yang ingin mendekati. Namun sang gadis memiliki prisnsip yang kuat untuk tidak berpacaran. Tapi bukan berarti menolak lalu menghindari para bujang-bujang itu, sebagai gantinya para bujang tetap menjadi salah satu daftar teman-temannya si gadis.

Sampai akhirnya...si gadis menjadi gadis dewasa, dan tentunya si gadis melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Disitulah awal kisah perjalanan kehidupan dimulai. Di tempat perantauan menuntut ilmu, dia banyak belajar banyak tentang kehidupan. Namun karena sudah memiliki prinsip yang kuat maka semua itu dijalankan dengan mudah oleh si gadis. Disana, si gadis menemukan banyak teman, tapi hanya 2 teman terbaiknyalah yang tetap menjalin hubungan persahabatan hingga sekarang. Sampai-sampai si gadis menemukan tambatan hatinya melalui kedua sahabatnya ini.

Diakhir masa pendidikannya, sigadis memiliki planing yang sangat panjang. Pertama, dia ingin bekerja terlebih dahulu, lalu jika sudah mulai cukup mapan barulah dia memikirkan yang namanya jodoh. Namun sayangnya takdir yang sudah ditentukan pada saat dia lahir berkata lain. Si gadis dihadapkan 2 persoalan yang rumit dna ini harus dipilih salah satunya untuk masa depan. Pertama, jodoh yang dikenalkan oleh kedua sahabatnya itu melamar si gadis. Hal ini awalnya ditolak si gadis secara halus dengan alasan ingin berkarir dulu. Namun sang ayah gadis menasihati bahwa jodoh juga rejeki, jadi tidka baik menolak itu. Kedua, umur gadis yang sudah cukup matang untuk berumah tangga, namun kembali lagi..si gadis ingin berkarir dahulu. Yah...memang itulah takdir. Akhirnya si gadis menurut apa kata orang tua. Lalu...dimulailah babak baru kehidupan si gadis.....

Si gadis sekarang bukan lagi gadis yang bisa sembarangan dikagumi oleh bujang-bujang seperti dulu sekolah, sudah memiliki suami yang akan selalu menjaganya dan menyayangi melebihi bujang-bujangnya yang dahulu. Kehidupannya kini berganti status menjadi istri.
Dan apakah yang selanjutnya keinginan si istri dan suami??? Tentulah memiliki keturunan...tak berapa lama setelah janji suci itu terucap, si istri dinyatakan hamil. Dan kehamilannya ini sangat disambut bahagia oleh keluarga besar baik dari istri maupun suami. Dan itulah babak baru kehidupan si istri, suami juga si calon anak yang ada dikandungan.

9 bulan kemudian..

Saatnya si calon anak bersiap menyongsong dunia....
Setelah perawatan selama kurnag lebih 9 bulan, dengna penuh sayang dan kasih. Tak lupa juga doa tak henti-hentinya dipanjatkan ke hadirat ilahi agar si calon anak pertama ini menjadi manusia baik dan berbakti. Akhirnya saat yang dinanti telah tiba. Antara hidup dan mati si istri dipertaruhkan disini. Segala macam upaya medis dilakukan demi keduanya selamat....walaupun harus melalui operasi yang sangat menyakitkan, namun rasa sakit itu terhapus ketika tangisan pertama sanga anak berkoar memecah kecemasan. Ucapan syukur tiada terkira terucap dari seluruh keluarga, hingga pada dokter yang membantu pun ikut merasakan kebahagiaan. Si istri sekarang bertambah statusnya menjadi sang ibu. Ibu yang menjadi madrasah bagi anaknya, ibu yang dengna kasih dan sayang merawat dan membesarkan sang anak, ibu yang dengan kesabaran dan pengorbanannya senantiasa menemani tumbuh kembang sang anak dan ibu yang tak henti berdoa dalam malam-malamnya hanya untuk anaknya.

Ibu...yah ibu, julukan yang sangat mulia. Mulia karena pengorbanannya, mulia karena kesabarannya,mulia karena ketulusannya, mulia karena kecintaanya, mulia karena kasihnya, mulia karena keridaannya, dan mulia karena engkaulah yang telah membesarkan aku..

Ibu,...kau kini sudah menginjak usia lanjut, namun pengorbananmu, kesabaranmu, ketulusanmu, kecintaanmu, kasihmu, keridaanmu tak akan pernah lekang oleh waktu. Semakin aku tumbuh, semakin besar pengorbananmu, kesabaranmu, ketulusanmu, kecintaanmu, kasihmu, keridaanmu. Aku sungguh tak akan pernah menyesal memiliki sosok ibu sepertimu. Walaupun kita jauh, namun aku yakin hati kita pastilah dekat.
Kau tak pernah mengucapkan semua itu, namun aku tahu kau selalu mengucapkannya dalam hati dan setiap perbuatanmu...
Dihari kelahiranmu ini, hanya doa dan ucapan kecil yang bisa kuberi untukmu. Serta bakti ku....


AKU SAYANG IBU

Gadis kecilmu

Selasa, 30 Agustus 2011

HAPPY IED MUBARAK

Ya Allah..kenapa hati ini gamang banget... >0< Entah, disebut apa perasaan ini. Rasanya pengen menangis karena bulan kemuliaan mu sebentar lagi pergi..rasanya hamba belum sempurna dalam membenahi diri T___T Ditambah, aku masih pengen berlama-lama di rumah ini. Masih ingin berkumpul dengan umi abi. Habis nge download beberapa lagu nasyid yang dulu sempat gue suka..(sampe sekarang sih..) salah satunya ‘satu pagi dihari raya by raihan’, gue sempet sedih banget...apalagi salah satu liriknya “gema takbir di pagi raya ku teringat kampung halaman, aku diperantauan tak berdaya menahan sebak. Gema tkabir di pagi raya kurindukan ibu disana. Keluarga sanak saudara hanya doa ku kirimkan”
itu lirik ngena banget saat gue merasakan lebaran tahun kemarin. Tapi gak tau kenapa, wlaupun gue sekarnag berada ditengah-tengah keluarga, tetep aja...feel gue kayak anak rantau gitu..heheheh

Terus ada lagi lirik nasyid
“tertatih aku mengejar bulan, mengais sisa-sisa ramadhan. Terjatuh tersungkur dikeheningan..Ramadhanku telah pergi..syawal tlah menjelang. Tinggalkan arti 70 tingkatan amal ibadah bagi insan beriman. Duhai sahabat pilihan Allah..dihari ke 7 ba’da ramadhan..hati ini masih sedih ditinggalkan. Seluruh jiwa terasa sakit..tiada kawan penghibur..kecuali Allah semata. Hanya satu tumpuan harapan. Jumpa ramdahan dengan ijin tuhan. Madrasah perjuangan dan kesabaran..menuju ar-rayan yang dijanjikan.

Sumpah...gue nulis lirik diatas perlu beberapa menit buat nginget,hehehe soalnya itu nasyid lama banget,terus kasetnya udah ilang . Tapi untungnya gue masih inget liriknya,hehehe...tapi feel gue yang sebenarnya adalah..SEDIH.. TT______TT rasanya gue pengen nangis dalam solat, pengen nangis dalam doa ku. Tapi gue lagi gak solat...hhooooaaaa....itu yang bikin gue sedih.

Tapi masa gue mesti sedih sih...gak tau ini perasaan yang ngeganjel bangettt..apa yak??? Somebody please help meee....siapa aja kasih semangat dong..ayo please..please... #jatuhPingsan

Ya..apa boleh buat, waktu sudah semestinya berputar. Dan marilah menyongsong hari yang fitri. Dan satu pinta kita di hari kemenangan ini...
”ya Allah ijinkan pertemukan aku dengan ramadhan di tahun depan ya Allah...dan jadikanlah aku hamba yang bertaqwa..amiinnn”

Pasti bakalan banyak air mata deh besok...umi abi...maafin yak,sodara-sodara..teman-teman ku tercinta..dan semuanya yang kenal sama gue...please...MAAFIN GUE!!!!!! #sedikitMemaksa

Selamat hari raya idul fitri 1432 H..... \\^0^//

Minggu, 28 Agustus 2011

THIS IS MY RAMADHAN

Sudah gak kerasa yak, kita ada dipenghujung bulan ramadhan. Bulan dimana paling spesial dari bulan-bulan yang lainnya. Dimana segala yang kita lalukan bernilai ibadah. Bahkan hal yang paling sepele seperti tidur pun dianggap ibadah. Pahala dilipat gandakan, semua saling berbagi, gak adaya batasan antara miskin dan kaya, semua melaksanakan ibadah ini dengan suka cita. Bagi sebagian orang, penghujung bulan ramadhan adalah saat-saat yang paling menyedihkan. Kenapa??? Yup, karena kerinduan akan dipertemukan kembali dengan bulan ini sangat-sangat dinanti. Belum tentu kan kita diberi umur panjang oleh Allah untuk merasakan lagi nikmatnya ibadah di bulan ramadhan...??

Selama 2 tahun belakangan ini gue punya cerita tersendiri dengan bulan ramadhan ini. Begitu pun ramadhan tahun ini.
Seakan waktu berputar sangat cepat sehingga gue masih merasa kalo 2 kejadian di 2 tahun yang lalu rasanya baru kemarin terjadi. Entah memang perputaran bumi yang semakin cepat atau karena rutinitas yang menyita waktu, sehingga gue gak ngeh kalo waktu cepet banget berlalu.

Di ramadhan tahun ini gue merasa bahagia, karena melaksanakan ibadah puasa ditengah-tengah keluarga kecil gue. Dimana ditahun lalu gue sebulan penuh gak merasakan ramadhan bareng orang tua. Sempet homesick banget, tapi yah...inilah yang mesti gue jalanin, nanti gue ceritain deh..karena ini merupakan salah satu cerita ramadhan gue yang berkesan 2 tahun belakangan ini.
Alhamdulillah gue fokus buat ibadah di tahun ini, karena bertepatan dengan liburan semester yang sumpah..lama bangetttttt >0<. Gue hampir bosen di rumah, karena gak melakukan aktifitas yang kayak biasanya. Sampai-sampai semua rutinitas gue berubah total..(baca di judul sebelumnya “happy long vacation”) Tapi itu berbeda di saat bulan ramadhan datang. Gue bener-bener fokus sama ibadah. Yah..itung-itung nambal amalam gue yang bolong-bolong kemaren..hehehehe  Tapi utang puasa gue banyak bangeeetttt... >0<. Gue gak dapet awal dan akhir puasa..alhasil...utang puasa gue jadi double, tapi yah,,,itu lumrah lah, namanya juga perempuan. Coba kalo gue gak di kasih tamu bulanan, bisa kelimpungan gue...”siapa yang menghalimi gue!!!” >0< #hapiscoya Yah..banyak banget pengalaman spiritual gue tahun ini. Dimana gue bisa shalat jamaah bareng nyokap,planing buat khatam Al-Qur’an (tapi ternyata gagal..karena ‘dapet’  ), sahur bareng keluarga, nyiapin bukaan. Terus salat tawarih..eh terawih di masjid. Terus ketemu temen-temen yang lagi pulang kampung juga karena liburan semester juga (ini bukan pengalaman spiritual yak..). pokoknya banyak dah..gue gak bisa nyebutin (karena Cuma itu doang..hahahah :P) Pokonya puasa tahun ini gue bener-bener puas-puasin deh kangen-kangenan di rumah sama orang tua gue...(bakalan homesick deh kalo udah kuliah...ouch T___T)

Dan apakah 2 kejadian yang berkesan 2 tahun belakangan ini????
Eng-ing-eng...#backsound jeng-jeng-jeng.....!!!!!
Okeh gue runutin satu-satu yak...

Ramadhan tahun 2009 Masehi atau 1430 Hijriyah
Dimana gue sudah duduk dibangku sekolah menengah atas di kelas 3. dimana pada masa ini merupakan masa penentuan masa depan gue selanjutnya. Sekaligus masa dimana umur gue udah gak terbilang remaja lagi, alias sudah memasuki gerbang remaja akhir. Yang dimana kata sebagian orang pada masa ini merupakan masa yang gak bakalan terlupakan. Dan ternyata pernyataan itu benar adanya. Setelah gue melewati masa itu, terkadang gue merasa kangen dengan tiap kenangan yang pernah gue lewatin bersama teman-teman gue.

Masih teringat dalam kenangan gue. Saat itu, kita selaku siswa diharuskan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian akhir.baik itu untuk kelulusan, maupun untuk tes di perguruan tinggi yang akan kita pilih selanjutnya. Semua cara dilakukan untuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari belajar bersama, system tutor, atau mengikuti bimbingan belajar diluar. Yah…bisa dibilang setiap aktifitas gue gak lepas dari yang namanya buku, soal, pembahasan serta teman-temannya. Dan kalo gue itung-itung lagi, waktu yang sudah gue habiskan itu kebanyakan diluar rumah. Bayangin aja gue bangun pagi-pagi banget dimana orang tua gue aja masih setengah sadar. Bahkan terkadang gue pergi ketika mereka masih tidur. Dan gue pulang ketika waktu tidur. Bisa dibilang lebih dari 12 jam gue habiskan buat persiapan ini.

Memasuki bulan ramadhan, kegiatan belajar agak sedikit dikurangi namun berjalan efisien. Serangkaian ujian praktek sudah mulai dicicil satu persatu. Namun tidak mengganggu aktifitas ibadah puasa gue.
Beralih sejenak kepada keluarga, dimana nenek gue sedang dalam masa sulitnya. Nenek sudah lama menerita stroke yang ke dua kalinya. Beliau sekarang tergantung pada kami anak-anak dan cucu-cucunya. Akhirnya system menginap bergilirpun dilakukan agar kami bisa bergantian mengurusi nenek dan kakek kami. Sekaligus salah satu bentuk pengabdian kami kepada orang tua.

Jujur, gue sayang banget sama nenek gue. Beliau sangat perhatian kepada cucu-cucunya. Sekalipun cucunya itu terkadang tidak perduli dengan beliau. Namun, gue diajarkan sama orang tua gue untuk membalas kebaikan orang lain.

Kebiasaan nenek gue adalah minta dipijitin dan minta ditemani tidur oleh cucunya. Terkadang gue agak setengah hati mengerjakan itu, namun ketika nenek memberikan serangkaian nasihat atau sekedar bercerita tentang masa lalunya, rasa itupun hilang, karena melihat wajah beliau yang begitu menyenangkan.
Entah kenapa gue gak pernah bosen ngedengerin cerita itu, walaupun gue udah tau berkali-kali…tapi ada rasa bangga tersendiri bagi gue mendengarkan cerita itu.

Kadang permintaan nenek diatas mengganggu konsentrasi gue untuk focus dalam persiapan ini. Kadang gue tidak mengindahkan permintaan beliau. Padahal kalu gue bisa melihat masa depan, dimana itulah permintaan terakhirnya. Gue pasti akan membuat beliau bahagia diakhir hayatnya, bahkan gue rela untuk membolos sekolah demi menemani nenek seharian.

Kejadian itu begitu terasa hingga sekarang. Dimana ketika sehabis shalat tarawih berjamaah bersama umi dan dilanjutkan tadarus, tiba-tiba dering telepon menghentikan sejenak aktifitas ibadah kami. Kabar nenek sedang gawat dan dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat). Secepat itu pula gue dan umi bergegas untuk menyusul. Felling gak enak mulai terasa selama perjalan. Dan ternyata benar…nenek sedang dalam masa kritis.

Belakangan ini beliau sulit sekali untuk menerima makanan dari luar, bahkan untuk meminum air pun enggan. Memang dokter sudah menyatakan gagal ginjal kepada nenek sehingga harus dilakukan cuci darah secara rutin. Menurut ilmu yang udah gue pelajari, ginjal merupakan organ yang sangat vital dalam menyaring darah. Dimana segala zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh disaring dan dibuang melalui urine yang sering kita keluarkan. Dan didalam ginjal itu memiliki beribu-ribu jaringan yang fungsinya sama dengan alat pencuci darah. Maha besar Allah dengan segala ciptaanya.

Sontak gue hampir nangis melihat penderitaan nenek di UGD. Menurut sodara gue yang sedang jadwalnya menginap, nenek secara tiba-tiba terserang sesak napas. Sontak kedaaan jadi panic. Mobil dikeluarkan, kursi roda dikeluarkan. Semua bergegas. Dan hebatnya lagi, uwa gue kuat mengangat nenek gue yang beratnya sekitar 60 kg atau lebih dari kursi roda ke dalam mobil. Memang dalam situasi genting, sisi lain kekuatan dari tubuh kita secara spontan keluar.
Dan itulah yang masih diderita oleh nenek gue. Sesak napas…yang gue gak sanggung melihat penderitaan beliau. Dalam hati gue berdoa
“ya Allah..jika memang engkau menghendaki memanggilnya maka ambillah beliau dengan cara yang baik. Janganlah kau mengulur-ulur maut beliau seperti ini”


Beberapa jam kemudian keadaan mereda. Dan hasil lab menunjukkan kalau paru-paru nenek sudah hampir terendam air karena nenek hanya mau menerima cairan saja. Sedangkan dalam tubuh beliau cairan tidak dikeluarkan atau tidak disaring oleh ginjalnya. Lalu nenek dirujuk untuk melakukan pencucian darah yang kedua kalinya. Nenek mulai tenang. Dan rasa khawatir perlahan menurun. Karena gue belum sempat makan, akhirnya gue dan umi memutuskan untuk mencari makan di luar.
Diluar gue dan umi membahas tentang kondisi nenek. Dan feeling kami berdua udah gak enak. Gimana kalau memang nenek sudah tidak ada umur lagi…

Akhirnya gue menginap dirumah sakit. Karena nenek belum di masukkan ke ruang perawatan akhirnya kami, keluarga yang menjaga nenek dipersilahkan menggunakan tempat tidur di ruangan cuci darah itu. Karena tengah malam jadi belum ada pasien yang cuci darah kan…?
Selama diruangan itu, ada satu petugas yang berjaga mengambil inisiatif membacakan ayat quran di samping nenek yang sesekali sesaknya masih terlihat yang sedang di cuci darahnya. Gue merasa aneh aja dengan tindakan si petugas ini, jarang-jarang ada petugas yang memberikan servis tambahan seperti ini pada pasiennya. Apa karena ini bulan puasa jadi diberikan tambahan khusus?? Atau mungkin si petugas sudah mengetahui keadaan kedepan nenek gue yang gak bakalan berumur panjang lagi?? Pokoknya gue agak aneh melihat hal ini, akhirnya gue biarin aja si petugas melanjutkan aktifitasnya itu.

Paginya, kami sahur seadanya. Asalkan terisi dan sudah melakukan sunnah puasa.Gue memutuskan untuk tetap pulang dan sekolah karena ada jadwal pengambilan nilai kesenian dan ulangan harian biologi. Padahal gue masih pengen disitu, menemani nenek samapi tahu keadaan selanjutnya.

Selama disekolah perasaan gue masih ada di rumah sakit. Sejauh ini belum ada telepon dari sana yang mengharuskan gue pulang mendadak. Akhirnya jam sekolah berakhir. Tapi masih ada pengambilan nilai kesenian yang harus gue lakuin. Nah selama itu mulai muncul perasaan gak enak dan mulai ada beberapa daftar miscall di HP gue.
Proses pengambilan nilai selesai dan langsung diumumkan, alhamdulillah kelompok seni gue yang paling bagus perform nya thank to Allah . Tapi hal itu gak bertahan lama ketika telepon dari abi gue yang menyuruh gue untuk bergegas ke rumah sakit. Seketika itu juga gue meluncur secepatnya tanpa sempat pamitan dengan teman-teman yang lain….sesampainya dirumah sakit, umi dan berapa keluarga gue udah ada yang keluar dan…MENAGIS. Tanda yang sering gue lihat di sinetron-sinetron yang menandakan bahwa ada berita duka. Yup…nenek udah gak ada. Dan antara percaya dan gak akan berita itu. Seakan baru kemarin nenek mengajak kami semua jalan-jalan ke pantai, tempat favorit beliau akhir-akhir ini. Tapi dilain sisi gue bersyukur karena penderitaan beliau akan penyakitnya pun berakhir sudah dan beliau sudah berhasil melewati alam dunia.

Yang gue tahu dari ceramah-ceramah agama, bahwa hakikat dari kematian adalah berpindahnya ruh atau jiwa seseorang dari alam dunia kea lam barzah. Jadi sesungguhnya nenek gak meniggal hanya berpindah alam saja. Dimana kita pun akan melewati fase itu, tapi untuk waktunya kita gak tau kapan.

Namun, air mata gue udah gak bisa keluar lagi. Jujur, gue sering nangis ketika nenek sedang menghadapi sakit atas penyakitnya. Terkadang gue nangis ketika gue menemani beliau tidur. Jadi ketika tahu kalau nenek sudah gak ada, perasaan gue sedih bercampur senang. Sedih karena seseorang yang gue sayangi udah gak ada lagi, dan gak sempat melihat kelulusan SMA gue. Dimana kalau setiap kenaikan tingkatan sekolah, gue mau menunjukkan yang terbaik untuknya. Juga gak bisa berlebaran bersama.
Senang karena nenek terbebas dari penderitaannya. Jadi nenek udah gak bakalan ngerasain sakit lagi.

Selama proses pengurusan jenazah, rasanya seperti mimpi akan kejadian ini. Dimana nenek hanyalah seonggok tubuh yang tak bernyawa yang kini terbaring dihadapan gue. Langsung gue bergegas membacakan ayat-ayat quran untuk menghantarkan beliau sebelum penguburan. Gue sempet mencium pipi beliau sebelum dikafani. Rasanya seperti tak percaya beliau sudah gak ada. Namun apa daya takdir sudah menentukan bahwa seharusnya pada hari itu nenek telah meninggalkan kami dalam kesedihan. Mungkin beliau disana sedang melihat bahkan menanti kiriman doa dari anak-anaknya.

Nek…jika engkau bisa melihat tulisan ini, sesungguhnya aku sedang menangis nek…menangis karena kangen sama nenek, menangis karena ingin ketemu nenek…nek, ifah janji akan menjadi manusia yang berbakti dan berguna. Nasihatmu akan selalu ifah inget. Doa ifah kan selalu menyertai nenek. Andai kita bisa berbincang dalam mimpi, sungguh ifah akan selalu menanti mimpi itu. Ifah pengen ngobrol sama nenek, ifah mau berbagi cerita sama nenek, ifah kangen sama cerita-cerita nenek, ifah kangen pengen tidur disamping nenek. Ifah pengen nenek melihat ifah berkembang dan menjadi kebanggaan nenek.

“Ya Allah ampunilah nenek disana, jauhkanlah dari adzab kubur. Terangilah alam kuburnya. Tempatkanlah ia ditempat yang engkau muliakan disisimu….amiiinn”


Ramadhan 2010 masehi atau 1431 hijriyah
Berbeda dari ramadhan sebelumnya, yah..memang berbeda semuanya berbeda, semuanya berubah. Mulai dari status gue yang bukan siswa melainkan mahasiswa, dan juga bertambahnya kartu identitas gue…hahahaha gak penting.
Ramadhan ini pertama kalinya gue ngerasain puasa ditempat orang dan harus memulai hidup mandiri. Karena sekarang gue bersekolah di luar kota yang menuntut untuk jauh dari orang tua.yup, puasa pertama di asrama universitas. Bersama mahasiswa baru lainnya gue dan temen asrama gue memulai hari pertama puasa tanpa kehangatan keluarga. Belajar mandiri.

Hari pertama shalat tarawih gue di masjid UI. Rasanya bangga banget bisa shalat disini bareng anak-anak yang lain. Dengan dihantarkan oleh bis kuning yang start dari asrama. Melihat suasana malam di UI. Pokoknya kesan pertama yang gak bakalan gue lupain.

Sahur bareng dengan yang lain di kantin asrama. Ngeliat wajah-wajah kucel abis tidur..rasanya gak bakalan mengenali kalau mereka itu anak UI..hahahaha
Terus dilanjutkan dengan shalat berjamaah di mashing-masing lantai asrama. Lalu melanjutkan tidur kembali..gak lupa untuk men-setting alarm supaya gak kesiangan buat memulai aktifitas ospek kampus.
Petang tiba…saatnya berburu makanan berbuka. Hal pertama yang gue pikirin adalah mengusahakan makanan itu habis dalam sekali makan, jangan bersisa sampai sahur. Jujur, selama puasa tahun ini gue gak terlalu berselera. Terkadang gue gak makan berat, Cuma makan takjil doang. Habisnya gak berselera 

Pernah suatu ketika gue males banget buat bangun sahur. Karena harus beli dulu ke kantin asrama dilantai bawah, sedangkan kamar gue di lantai 3. Untung aja tiap sahur ada ibu-ibu keliling yang sering lewat di tiap lantai asrama. Akhirnya gue beli aja dari situ. Did you know apa yang gue makan??? Cuma gorengan 2 potong ditambah susu, just that…
Tapi alhamdulillah gue tahan sampai maghrib dan gak kerasa rasa haus atau laper.

Tapi, karena selama sebulan penuh dengan aktifitas ospek dan kegiatan lainnya, jadi bulan ramadhan gak berasa lama. Tahu-tahu udah mau lebaran aja. Oh iya, saat lebaran ini gue gak dapet baju baru, sedihnya . Ini karena gue gak sempet mikirin kayak gituan. Lagian stok baju yang layak masih ada tuh. Tapi apalah artinya baju baru..toh gak mesti harus ada kan ditiap lebaran, hehehehe….


Gimana....????
Itu cerita ramadhan gue 2 tahun belakangan ini dan tahun sekarang...gimana cerita ramadhanmu???

Semoga kita menjadi manusia yang berhasil meraih kemenangan di bulan ramadhan ini...dan semoga, amal ibadah kita di terima dan dilipat gandakan. Yang paling utama adalah.....BAJU BARU, KETUPAT, RENDANG..ups, bukannnn... yang utama adalah semoga kita di pertemukan di bulan ramadhan tahun depan....AMIIIINNNN....

Jumat, 15 Juli 2011

THE FOOLISH THINGS EVER

Kali ini gue nulis blog yang terfikir sekilas aja di benak gue. Lebih tepatnya gue lagi ngelakuin hal yang sesuai ama judul blog ini. Yup, hari ini bukan gue aja yang ngelakuin hal yang konyol tapi emak ama bapak gue juga. Jadi gini ceritanya....dipagi hari yang sangat cerah dan tidak ada jadwal kegiatan untuk hari ini, jadi gue memutuskan untuk melakukan ritual hibernasi gue sehabis menunaikan ibadah solat subuh. Tak lupa gue ngecharge laptop kesayangan gue yang battery nya udah sekarat. Terus gue juga melakukan hal serupa dengan hand phone gue. Itu ritual gue sebelum berhibernasi. Oke berlanjut ke sesi alam ngorok. Gue terjatuh ke alam mimpi gue setelah dihantarkan oleh cerita di novel yang gue beli di pasar loak...sleep begin -,-ZZZZzzzzzZZZZZzZZZZz

Eh gak kerasa matahari udah nongol aja,eh tiba-tiba serasa terjadi gerhana matahari lokal alias tiba-tiba lampu kamar gue mati seketika suasana sunyi...mencekam...(halah lebeh....gak segitunya juga kaleee...) kalo udah urusan mati lampu yang biasanya mengindikasikan pemadaman listrik kayak gini gue biasanya yang paling getol ngecek apakah beneran ada pemadaman listrik bergilir atau tegangan di rumah gue aja yang lagi turun. Berhubung gue lagi berasoy geboy sama kasur dan teman-temannya gue abaikanlah hal ini, biarlah orang tua gue aja yang nanganin,heheheh (dasar anak durhako....plaakkk ==”)

Time to wake up girl....
Akhirnya waktu hibernasi gue berakhir, sebenarnya masih males banget buat bangun tapi kata si mbah saya pamali kalo anak gadis bagunnya siang (sebetulnya udah siang,tapi standarisasi siang buat gue adalah jam 12,hehehehe :P ). Dengan santainya gue keluar kamar dan masih dengan penampilan anak ilang yang ileran (huuueeekkkk...). terjadi awal percakapan antara ibu dan anak

Si anak alias gue:"mi, emang mati listrik?"

Si emak alias umi:"iya mati, tuh airnya jadi sedikit belum sempet ngisi mana belum masak nasi."

Gue:"yah.... (dengan ekspresi kecewa sambil mengambil posisi tidur di depan tivi yang gak guna karena listrik mati)"

Umi:"(no comment alias diem aja)....ya udah mandinya dikit-dikit aja yah....udah cepet kita ke bengkel kali aja disana gak mati listrik."

Akhirnya gue memutuskan gak mandi karena melihat kondisi persediaan air yang gak cukup kalo gue mandi. Akhirnya gue dan emak tersayang bersiap pergi ke bengkel. Sedikit info nih, keluarga gue adalah keluarga wiraswasta yang bergelut dibidang las listrik untuk pengerjaan pagar,teralis, canopy,tangga putar dll. Serta menyediakan bermacam-macam gas untuk dikirim ke proyek-proyek misalnya gas O2, CO2, Ag dll. Jadi yang berminat memesan silahkan hubungi gue.hehehehe (promosi mode on). Jadi kita sekeluarga mengelola usaha ini termasuk gue. Berhubung gue lagi libur panjang maka ini kesempatan gue ngurusin usaha ini.

Balik ke cerita...
Gue panasaran kan pas mau berangkat gue bilang ke umi gue

Gue:"mi, coba tanya ke mama uyan (tetangga depan rumah) listriknya mati gak?"

Umi:"kayaknya mati semua deh...(akhirnya nanya juga deh umi gue ke tetangga)"

Dan jawabannya adalah....

Mama uyan:"gak tuh...tuh nyala lampunya."

Umi:"loh kok saya gak nyala yah????"

Akhirnya nannya ke tetangga sebelah

Umi:"mama reni listriknya mati gak?"

Mama reni:"gak tuh mama ifah...."

Wah....gue udah nyium-nyium bau gak enak nih...sepertinya Cuma rumah gue aja yang mati, tapi kenapa yak??? Gue coba lihat meteran listrik de depan rumah, dalam keadaan on kok....terus ?????

Akhirnya suaminya mama reni menyambangi kami yang masih dilanda kebingungan penyebab kematian listrik rumah kami. Karena basic gue bukan anak listik jadi gue hanya terpaku pada meteran listrik saja, dan ternyata kalo ada hal kayak gini yang di cek itu sekring nya juga. Alhasil ditemukannya penyebabnya adalah adanya PUTUSNYA SEKRING KAMI.

Akhirnya gue disuruh beli sekring yang baru. Tanpa membantah gue langsung meluncur membeli sekring yang gue kira bakalan mahal tapi ternyata hanya 1500 gue dapet sekring dengan daya 6 Ampere. Setelah dipasang...eh ternyata sekringnya putus lagi.

Ditarik kesimpulan alias dugaan sementara adalah adanya konsleting tapi dimana????
Untuk mengganti sekering murahan tadi, gue disuruh lagi buat beli sekring otomatis yang harganya 10 kali lipat dari sekring murahan tadi. Dan juga agak susah nyarinya. Terpaksa gue mengelilingi komplek rumah buat cari toko listrik. Eh tiba-tiba gue keinget pesan ketua kelas gue waktu SMA “woi...kalo mau beli lampu atau peralatan listrik, ke gue aja yak...sekarang gue buka toko listrik loh..”.langsung gue meluncur ke toko temen gue itu. Akhirnya didapatlah sekring otomatis tersebut plus dapet info kalo temen gue lagi dirumahnya udah liburan kuliah juga sama kayak gue. Hehehehee....

Sesampai dirumah,instruksi pertama adalah mencabut seluruh peralatan listrik rumah kami, tanpa disuruh lagi langsung gue cabut-cabutin kabel dan juga gue matiin saklar-saklar lampu. Terus sekring dipasang. Lalu instruksi kedua adalah menyalakan satu persatu alat listrik yang tadinya dilepas...satu...satu...satu...”jlep...” pas gue nyalain saklar lampu kamar gue sekring langsung secara otomatis menandakan bahwa itulah sumber konsleting. Alhamdulillah....ketemu sumbernya....

Terus apa konyolnya dari cerita gue????
Ada kok..
Kekonyolan -1: keluarga gue mau aja di boongin ama sekring murahan

Kekonyolan -2: emak ama babeh gue mandi dengan mengirit-ngirit air, karena belum sempet nampung dan ditambah lagi dikiranya mati lisrtik (apa jadinya??mungkin ada bagian tubuh yang gak terlalu bersih...iuuuhhhh >0< ) Kekonyolan -3: gue memutuskan untuk tidak mandi!!!!! (lebih ekstrim dari mandi sambil ngirit-ngirit air)

Kekonyolan -4: gue kelaperan!!!!!! Karena emak gue belum masak dan gue belum sarapan >0< Kekonyolan -5: gue gak dapet diskon dari toko temen gue.....(itu gak termasuk..tapi buat menuhin aja...hehehehhe :P )


Tapi selain dapet kekonyolan diatas, gue dapet pelajaran hidup juga

Pelajaran hidup -1: jangan pasrah aja kalo ada mati listrik..coba tanya ke tetangga apakah mereka juga mengalami hal yang sama


Pelajaran hidup -2: kalo tiba-tiba mati listrik..cek meteran listrik apakah dayanya turun atau gak. Kalau ragu cek juga bagian sekring kali aja ada yang konslet atau putus


Pelajaran hidup -3: kalo mau beli sesuatu di toko yang punya temen loe...pastikan temen loe itu ada di tokonya biar dapet diskon...heheheheh :P


Tapi itu baru segelintir kekonyolan (menurut gue) yang pernah gue lakuin. Jadi terfikir untuk membeberkan kekonyolan gue disini...mungkin loe pada pernah ngelakuinnya pas masih kecil atau mungkin sampe sekarang....*uupppsssss O,o
Dan inilah top 10 kekonyolan gue yang pernah ada, cekibrot....:

Konyol 1: waktu kecil gue sempet punya pengalaman main di comberan ama sodara-sodara gue. Gak tau kenapa ada sensasi tersendiri buat berkotor-kotoran di tempat pembuangan air itu...helloooo, pikiran gue waktu itu lagi terhipnotis sama penunggu comberan wkwkwkwk


Konyol 2+pelajaran hidup: jangan bermain sehabis midum obat demam, apalagi main sepedah dimana loe di bonceng dalam posisi terbalik sama sodara loe yang gila main, karena efeknya bakalan ngantuk kena angin sepoi-sepoi....kalo udah kaya gini indikasi terjatuh sangat besar. Kalo jatuhnya di rumput sih it’s oke, tapi kalo jatuhnya di tumpukan pasir yang ada serpihan belingnya...ooohhh noooo...akibatnya gue gak bisa idul fitri gara-gara kepala gue kena beling T___T


Konyol 3: karena di rumah nenek gue gak ada rumah pohon jadinya pohon pete yang daunnya menjuntai kita jadiin rumah pohon, tepatnya rumah daun...alhasil, bentol-bentol gara-gara kena ulet bulu >0< Konyol 4: akibat kebanyakan nonton sinetron waktu kecil, gue sempet mau minggat dari rumah gara-gara dimarahin ama emak (efek negatif sinetron pada anak dibawah umur!!!!). gue udah mengemasi baju-baju gue. Karena waktu kecil gak punya koper, atau tas ransel yang gede jadinya gue pake PLASTIK KRESEK yang banyak buat nampung semua baju gue. Tapi akhirnya gue urung minggat gara-gara gua gak tau harus kemana dan yang jadi hal utama gue gak jadi minggat adalah GIMANA CARANYA BAWA KRESEK YANG BANYAK INI (ooohhhh noooooo >0<) Konyol 5: masih tentang minggat. Karena emak gue ngelarang buat ngikutin acara disekolah yang mengharuskan menginap,akhirnya gue pura-pura minggat. Berhubung emak gue lagi ngaji di kamar bada magrib, gue pura-pura buka pintu terus gue menghilangkan jejak kehidupan dikamar gue alias gue sumpetin ransel gue, terus lari ke atas loteng tempat jemuran nah disitu hampir semaleman gue tidur-tiduran diatas genteng sambil memandangi langit sambil nangis T____________T . ditemani nyamuk sialan yang mengganggu penyamaran gara-gara gue sibuk nepokin nyamuk, dan akhirnya gue ketauan ama emak (mmmmmaaaaallllluuuuu..... >0<) Konyol 6: gue sempet nangis ditengah jalan pas mau pulang dari rumah temen gue. Akhirnya gue balik lagi kerumah temen gue itu sambil nangis kayak anak ilang. Terus gue minta dianterin gara-gara gue gak tau jalan pulang. Padahal rumah temen gue Cuma beberapa blok doang dari rumah gue. (malu 100000....X)


Konyol 7: kalo inget pas masa orientasi sekolah (MOS) itu konyol banget...kenapa gue nurut aja di begoin sama kaka kelas...padahal itu semua gak guna....( dendam keramat!!!!!)


Konyol 8: gara-gara kepengen melakukan treatmen jerawat dirumah. Akhirnya gue googling tentang jerawat dan perawatan yang mudah. Didapatlah resep jeruk nipis. Karena gue gak sabaran akhirnya gue langsung olesin air jeruk nipisnya ke muka gue.

Reaksi pertama: enak..karena langsung berasa

Reaksi kedua: mulai agak perih

Reaksi selanjutnya: perih tak tertahankan...yang ujung-ujungnya IRITASI....
Setelah gue tau bahwa pemolesan secara langsung itu tidak baik.


Konyol 9: karena kebelet pipis dan kamar mandi di kosan gue juga lagi penuh, terpaksa gue pipis di ember cucian kotor di kamar dengan cebok pake tissue basah. Setelah hajat gue tuntas, ternyata yang didalem kamar mandi juga udah selesai make kamar mandinya. Sialaaannnn...tau gini gue tahan aja pipisnya....!!!!!!


Konyol 10: waktu main ke kosan temen gue abis kuliah. Niatnya sih belajar, tapi karena banyak yang belajar jadinya gak efektif dah...berhubung malem dan tiba-tiba hujan lebat terus gue gak pawa payung akhirnya gue dan beberapa temen gue yang terjebak di kosan memutuskan untuk menginap. Karena kamar kosannya sempit banget akhirnya kita tidur kayak pepesan dah....buset dah gak nyenyak banget..akhirnya pagi dateng juga, gue langsung buru-buru cabut. Berhubung kuliah siang jadi gue lanjutin tidur yang sempat tertunda di kosan gue...hahahaha


Nah itulah top 10 kekonyolan gue. Mungkin loe pada juga pernah ngalamin kekonyolan yang sama atau lebih parah...???? tapi berkat kekonyolan itu semua, banyak pelajaran hidup yang gue ambil salah satunya jangan takut dan malu untuk bertindak selagi kita bisa bertanggung jawab dari resiko tindakan kita itu (ccciiiieeee.....)

Jumat, 08 Juli 2011

STORY ABOUT FATHER

Aku adalah anak laki-laki yang masih punya sederetan cita-cita yang masih ingin aku capai. Mungkin sekarang aku belum tahu akan menjadi apa aku kala besar nanti. Mungkinkah aku menjadi seorang yang sukses?
Aku ingin seperti ayahku yang gagah memimpin keluarga, termasuk aku. Aku ingin sekali ingin seperti beliau. Kata ayah, jika aku ingin menjadi orang yang sukses, aku harus rajin belajar dan menurut pada ibu dan ayah.

Aku kini seorang remaja lelaki yang sedang mencari jati diri. Ingin jadi apakah aku? Apakah aku masih pantas untuk bermanja-manja? Tapi aku masih belum siap untuk menjadi dewasa..bagaimana ini??? Aku bingung, kata ayah aku harus mengikuti kata hati ku saat ini. Ingin jadi apa. Saat lulus sekolah nanti mau kenama aku,bekerja?? Aku belum siap. Atau kuliah??? Kira-kira aku cocok di bidang apa???
Oya…aku ingin seperti ayah, jadi pebisnis ulung. Dan keputusanku adalah mengambil jurusan ekonomi.

Aku kini lelaki dewasa yang sudah menginjak kepala dua. Yang kata orang pada usia segini aku seharusnya sudah produktif. Aku harus berkarya…menyusun rencana masa depan. Yah harus…tersusun secara spesifik, terukur, dapat dicapai, memenuhi target waktu dan masuk akal, apa yah kira-kira….????
Oh iya, aku ingat….ayah, yahm dari dulu aku ingin mengikuti jejak ayah menjadi pebisnis. Memulai semua dari awal dan menuai hasilnya di hari kemudian…
Pesan ayah hanya satu yaitu berusaha diatas rata-rata orang lain dan diirongi dengan doa.

Aku kini lelaki dewasa yang sudah cukup mapan untuk memenuhi kebutuhan hidupku juga membantu keluarga ku. Sekarang saatnya aku mencari pendamping hidup.
Kini usiaku sudah lewat seperempat abad. Yah memang usia segini aku sudah harus memikirkan yang namanya jodoh. Pesan ayah jarilah jodoh yang seiman dan agamanya kuat. Aku ingin yang kriterianya hampir sama dengan ibuku. Dialah perempuan yang super bagi hidupku.
….dan sekarang aku menemukan jodohku, kini statusku berubah baik di KTP (Kartu Tanda Penduduk) maupun di kehidupan nyata. Aku telah menjadi seorang suami.
Lalu apa lagi….?????
Yup, keturunan….tujuan dari menikah adalah memiliki keturunan bukan???? Agar kita memiliki penerus yang akan meneruskan estafet genetic keluarga ku.

Aku kini lelaki dengan banyak status. Kini statusku ayah, suami, anak, paman, cucu…..wah banyaknya, sebanyak usiaku kini. aku kini telah menjadi ayah dari anak-anaku. Aku akan mendidik mereka sebagaimana ayahku dulu mendidik aku. Aku akan mendidik anak lelakiku menjadi anak yang berani, tegas, dan percaya diri. Aku juga akan mendidik anak perempuanku menjadi anak yang berani, tegas, percaya diri dan juga aku akan melindungi mereka setiap saat.
Aku akan menggendong mereka ketika mereka terjatuh, mengobati mereka ketika terluka. Menemani mereka saat mereka merasa takut. Aku akan menjadi ayah yang kuat bagi mereka. Meskipun seiring waktu usiaku memakan kekuatanku. Namun aku harus tetap tegar.

Kini aku lelaki usia lanjut. Dan usiaku kini hampir lewat setengah abad. Tubuhku meulai mengalami perubahan. Kemampuan fisikku semakin menurun. Namun bibit-bibit kecilku dahulu kini telah tumbuh dan berkembang. Mereka telah menjadi apa yang mereka mau. Kini aku hanya menghabiskan waktuku menikmati hidup. Lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Serta menjaga kesehatanku saat ini.

Kini aku lelaki tua. Semakin bertambahnya usiaku, semakin bertambahnya statusku juga. Kini statusku bertambah satu menjadi seorang kakek bagi anak-anak dari anakku. Dan kini aku sudah tidak mampu bekerja seperti dulu. Kini aku hanya menghabiskan masa-masa usiaku untuk keluarga dan mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya. Aku isi sisa-sisa hidupku dengan berbagi bersama cucu-cucu ku. Kini mereka ku kenalkan artinya kehidupan. Kuceritakan semua pengalamanku dan pengalaman hidup ayahku. Aku ingin tetap berguna untuk orang lain walaupun secara fisik aku sudah tidak sanggup lagi. Namun hanya inilah yang bisa ku kerjakan. Memberikan nasihat kehidupan kepada bibit-bibit baru yang lebih unggul yang mewarisi genetic ku. Aku bangga dapat menjalani ini semua.

Kini aku sudah tak berdaya, entah berapa sekarang usiaku kini….
Dan sekarang aku melihat tubuhku kaku berbujur diiringi isak tangis dari anak-anakku dan penerusku. Sekarang aku tidak diantara mereka lagi. Kini aku sudah tidak menjadi bagian dari mereka. Aku sudah menempati dimensi lain. Hanya doa dari mereka yang dapat membantu aku melewati masa-masa di dimensi ku yang baru.