Sudah gak kerasa yak, kita ada dipenghujung bulan ramadhan. Bulan dimana paling spesial dari bulan-bulan yang lainnya. Dimana segala yang kita lalukan bernilai ibadah. Bahkan hal yang paling sepele seperti tidur pun dianggap ibadah. Pahala dilipat gandakan, semua saling berbagi, gak adaya batasan antara miskin dan kaya, semua melaksanakan ibadah ini dengan suka cita. Bagi sebagian orang, penghujung bulan ramadhan adalah saat-saat yang paling menyedihkan. Kenapa??? Yup, karena kerinduan akan dipertemukan kembali dengan bulan ini sangat-sangat dinanti. Belum tentu kan kita diberi umur panjang oleh Allah untuk merasakan lagi nikmatnya ibadah di bulan ramadhan...??
Selama 2 tahun belakangan ini gue punya cerita tersendiri dengan bulan ramadhan ini. Begitu pun ramadhan tahun ini.
Seakan waktu berputar sangat cepat sehingga gue masih merasa kalo 2 kejadian di 2 tahun yang lalu rasanya baru kemarin terjadi. Entah memang perputaran bumi yang semakin cepat atau karena rutinitas yang menyita waktu, sehingga gue gak ngeh kalo waktu cepet banget berlalu.
Di ramadhan tahun ini gue merasa bahagia, karena melaksanakan ibadah puasa ditengah-tengah keluarga kecil gue. Dimana ditahun lalu gue sebulan penuh gak merasakan ramadhan bareng orang tua. Sempet homesick banget, tapi yah...inilah yang mesti gue jalanin, nanti gue ceritain deh..karena ini merupakan salah satu cerita ramadhan gue yang berkesan 2 tahun belakangan ini.
Alhamdulillah gue fokus buat ibadah di tahun ini, karena bertepatan dengan liburan semester yang sumpah..lama bangetttttt >0<. Gue hampir bosen di rumah, karena gak melakukan aktifitas yang kayak biasanya. Sampai-sampai semua rutinitas gue berubah total..(baca di judul sebelumnya “happy long vacation”)
Tapi itu berbeda di saat bulan ramadhan datang. Gue bener-bener fokus sama ibadah. Yah..itung-itung nambal amalam gue yang bolong-bolong kemaren..hehehehe
Tapi utang puasa gue banyak bangeeetttt... >0<. Gue gak dapet awal dan akhir puasa..alhasil...utang puasa gue jadi double, tapi yah,,,itu lumrah lah, namanya juga perempuan. Coba kalo gue gak di kasih tamu bulanan, bisa kelimpungan gue...”siapa yang menghalimi gue!!!” >0< #hapiscoya
Yah..banyak banget pengalaman spiritual gue tahun ini. Dimana gue bisa shalat jamaah bareng nyokap,planing buat khatam Al-Qur’an (tapi ternyata gagal..karena ‘dapet’ ), sahur bareng keluarga, nyiapin bukaan. Terus salat tawarih..eh terawih di masjid. Terus ketemu temen-temen yang lagi pulang kampung juga karena liburan semester juga (ini bukan pengalaman spiritual yak..). pokoknya banyak dah..gue gak bisa nyebutin (karena Cuma itu doang..hahahah :P)
Pokonya puasa tahun ini gue bener-bener puas-puasin deh kangen-kangenan di rumah sama orang tua gue...(bakalan homesick deh kalo udah kuliah...ouch T___T)
Dan apakah 2 kejadian yang berkesan 2 tahun belakangan ini????
Eng-ing-eng...#backsound jeng-jeng-jeng.....!!!!!
Okeh gue runutin satu-satu yak...
Ramadhan tahun 2009 Masehi atau 1430 Hijriyah
Dimana gue sudah duduk dibangku sekolah menengah atas di kelas 3. dimana pada masa ini merupakan masa penentuan masa depan gue selanjutnya. Sekaligus masa dimana umur gue udah gak terbilang remaja lagi, alias sudah memasuki gerbang remaja akhir. Yang dimana kata sebagian orang pada masa ini merupakan masa yang gak bakalan terlupakan. Dan ternyata pernyataan itu benar adanya. Setelah gue melewati masa itu, terkadang gue merasa kangen dengan tiap kenangan yang pernah gue lewatin bersama teman-teman gue.
Masih teringat dalam kenangan gue. Saat itu, kita selaku siswa diharuskan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian akhir.baik itu untuk kelulusan, maupun untuk tes di perguruan tinggi yang akan kita pilih selanjutnya. Semua cara dilakukan untuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari belajar bersama, system tutor, atau mengikuti bimbingan belajar diluar. Yah…bisa dibilang setiap aktifitas gue gak lepas dari yang namanya buku, soal, pembahasan serta teman-temannya. Dan kalo gue itung-itung lagi, waktu yang sudah gue habiskan itu kebanyakan diluar rumah. Bayangin aja gue bangun pagi-pagi banget dimana orang tua gue aja masih setengah sadar. Bahkan terkadang gue pergi ketika mereka masih tidur. Dan gue pulang ketika waktu tidur. Bisa dibilang lebih dari 12 jam gue habiskan buat persiapan ini.
Memasuki bulan ramadhan, kegiatan belajar agak sedikit dikurangi namun berjalan efisien. Serangkaian ujian praktek sudah mulai dicicil satu persatu. Namun tidak mengganggu aktifitas ibadah puasa gue.
Beralih sejenak kepada keluarga, dimana nenek gue sedang dalam masa sulitnya. Nenek sudah lama menerita stroke yang ke dua kalinya. Beliau sekarang tergantung pada kami anak-anak dan cucu-cucunya. Akhirnya system menginap bergilirpun dilakukan agar kami bisa bergantian mengurusi nenek dan kakek kami. Sekaligus salah satu bentuk pengabdian kami kepada orang tua.
Jujur, gue sayang banget sama nenek gue. Beliau sangat perhatian kepada cucu-cucunya. Sekalipun cucunya itu terkadang tidak perduli dengan beliau. Namun, gue diajarkan sama orang tua gue untuk membalas kebaikan orang lain.
Kebiasaan nenek gue adalah minta dipijitin dan minta ditemani tidur oleh cucunya. Terkadang gue agak setengah hati mengerjakan itu, namun ketika nenek memberikan serangkaian nasihat atau sekedar bercerita tentang masa lalunya, rasa itupun hilang, karena melihat wajah beliau yang begitu menyenangkan.
Entah kenapa gue gak pernah bosen ngedengerin cerita itu, walaupun gue udah tau berkali-kali…tapi ada rasa bangga tersendiri bagi gue mendengarkan cerita itu.
Kadang permintaan nenek diatas mengganggu konsentrasi gue untuk focus dalam persiapan ini. Kadang gue tidak mengindahkan permintaan beliau. Padahal kalu gue bisa melihat masa depan, dimana itulah permintaan terakhirnya. Gue pasti akan membuat beliau bahagia diakhir hayatnya, bahkan gue rela untuk membolos sekolah demi menemani nenek seharian.
Kejadian itu begitu terasa hingga sekarang. Dimana ketika sehabis shalat tarawih berjamaah bersama umi dan dilanjutkan tadarus, tiba-tiba dering telepon menghentikan sejenak aktifitas ibadah kami. Kabar nenek sedang gawat dan dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat). Secepat itu pula gue dan umi bergegas untuk menyusul. Felling gak enak mulai terasa selama perjalan. Dan ternyata benar…nenek sedang dalam masa kritis.
Belakangan ini beliau sulit sekali untuk menerima makanan dari luar, bahkan untuk meminum air pun enggan. Memang dokter sudah menyatakan gagal ginjal kepada nenek sehingga harus dilakukan cuci darah secara rutin. Menurut ilmu yang udah gue pelajari, ginjal merupakan organ yang sangat vital dalam menyaring darah. Dimana segala zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh disaring dan dibuang melalui urine yang sering kita keluarkan. Dan didalam ginjal itu memiliki beribu-ribu jaringan yang fungsinya sama dengan alat pencuci darah. Maha besar Allah dengan segala ciptaanya.
Sontak gue hampir nangis melihat penderitaan nenek di UGD. Menurut sodara gue yang sedang jadwalnya menginap, nenek secara tiba-tiba terserang sesak napas. Sontak kedaaan jadi panic. Mobil dikeluarkan, kursi roda dikeluarkan. Semua bergegas. Dan hebatnya lagi, uwa gue kuat mengangat nenek gue yang beratnya sekitar 60 kg atau lebih dari kursi roda ke dalam mobil. Memang dalam situasi genting, sisi lain kekuatan dari tubuh kita secara spontan keluar.
Dan itulah yang masih diderita oleh nenek gue. Sesak napas…yang gue gak sanggung melihat penderitaan beliau. Dalam hati gue berdoa
“ya Allah..jika memang engkau menghendaki memanggilnya maka ambillah beliau dengan cara yang baik. Janganlah kau mengulur-ulur maut beliau seperti ini”
Beberapa jam kemudian keadaan mereda. Dan hasil lab menunjukkan kalau paru-paru nenek sudah hampir terendam air karena nenek hanya mau menerima cairan saja. Sedangkan dalam tubuh beliau cairan tidak dikeluarkan atau tidak disaring oleh ginjalnya. Lalu nenek dirujuk untuk melakukan pencucian darah yang kedua kalinya. Nenek mulai tenang. Dan rasa khawatir perlahan menurun. Karena gue belum sempat makan, akhirnya gue dan umi memutuskan untuk mencari makan di luar.
Diluar gue dan umi membahas tentang kondisi nenek. Dan feeling kami berdua udah gak enak. Gimana kalau memang nenek sudah tidak ada umur lagi…
Akhirnya gue menginap dirumah sakit. Karena nenek belum di masukkan ke ruang perawatan akhirnya kami, keluarga yang menjaga nenek dipersilahkan menggunakan tempat tidur di ruangan cuci darah itu. Karena tengah malam jadi belum ada pasien yang cuci darah kan…?
Selama diruangan itu, ada satu petugas yang berjaga mengambil inisiatif membacakan ayat quran di samping nenek yang sesekali sesaknya masih terlihat yang sedang di cuci darahnya. Gue merasa aneh aja dengan tindakan si petugas ini, jarang-jarang ada petugas yang memberikan servis tambahan seperti ini pada pasiennya. Apa karena ini bulan puasa jadi diberikan tambahan khusus?? Atau mungkin si petugas sudah mengetahui keadaan kedepan nenek gue yang gak bakalan berumur panjang lagi?? Pokoknya gue agak aneh melihat hal ini, akhirnya gue biarin aja si petugas melanjutkan aktifitasnya itu.
Paginya, kami sahur seadanya. Asalkan terisi dan sudah melakukan sunnah puasa.Gue memutuskan untuk tetap pulang dan sekolah karena ada jadwal pengambilan nilai kesenian dan ulangan harian biologi. Padahal gue masih pengen disitu, menemani nenek samapi tahu keadaan selanjutnya.
Selama disekolah perasaan gue masih ada di rumah sakit. Sejauh ini belum ada telepon dari sana yang mengharuskan gue pulang mendadak. Akhirnya jam sekolah berakhir. Tapi masih ada pengambilan nilai kesenian yang harus gue lakuin. Nah selama itu mulai muncul perasaan gak enak dan mulai ada beberapa daftar miscall di HP gue.
Proses pengambilan nilai selesai dan langsung diumumkan, alhamdulillah kelompok seni gue yang paling bagus perform nya thank to Allah . Tapi hal itu gak bertahan lama ketika telepon dari abi gue yang menyuruh gue untuk bergegas ke rumah sakit. Seketika itu juga gue meluncur secepatnya tanpa sempat pamitan dengan teman-teman yang lain….sesampainya dirumah sakit, umi dan berapa keluarga gue udah ada yang keluar dan…MENAGIS. Tanda yang sering gue lihat di sinetron-sinetron yang menandakan bahwa ada berita duka. Yup…nenek udah gak ada. Dan antara percaya dan gak akan berita itu. Seakan baru kemarin nenek mengajak kami semua jalan-jalan ke pantai, tempat favorit beliau akhir-akhir ini. Tapi dilain sisi gue bersyukur karena penderitaan beliau akan penyakitnya pun berakhir sudah dan beliau sudah berhasil melewati alam dunia.
Yang gue tahu dari ceramah-ceramah agama, bahwa hakikat dari kematian adalah berpindahnya ruh atau jiwa seseorang dari alam dunia kea lam barzah. Jadi sesungguhnya nenek gak meniggal hanya berpindah alam saja. Dimana kita pun akan melewati fase itu, tapi untuk waktunya kita gak tau kapan.
Namun, air mata gue udah gak bisa keluar lagi. Jujur, gue sering nangis ketika nenek sedang menghadapi sakit atas penyakitnya. Terkadang gue nangis ketika gue menemani beliau tidur. Jadi ketika tahu kalau nenek sudah gak ada, perasaan gue sedih bercampur senang. Sedih karena seseorang yang gue sayangi udah gak ada lagi, dan gak sempat melihat kelulusan SMA gue. Dimana kalau setiap kenaikan tingkatan sekolah, gue mau menunjukkan yang terbaik untuknya. Juga gak bisa berlebaran bersama.
Senang karena nenek terbebas dari penderitaannya. Jadi nenek udah gak bakalan ngerasain sakit lagi.
Selama proses pengurusan jenazah, rasanya seperti mimpi akan kejadian ini. Dimana nenek hanyalah seonggok tubuh yang tak bernyawa yang kini terbaring dihadapan gue. Langsung gue bergegas membacakan ayat-ayat quran untuk menghantarkan beliau sebelum penguburan. Gue sempet mencium pipi beliau sebelum dikafani. Rasanya seperti tak percaya beliau sudah gak ada. Namun apa daya takdir sudah menentukan bahwa seharusnya pada hari itu nenek telah meninggalkan kami dalam kesedihan. Mungkin beliau disana sedang melihat bahkan menanti kiriman doa dari anak-anaknya.
Nek…jika engkau bisa melihat tulisan ini, sesungguhnya aku sedang menangis nek…menangis karena kangen sama nenek, menangis karena ingin ketemu nenek…nek, ifah janji akan menjadi manusia yang berbakti dan berguna. Nasihatmu akan selalu ifah inget. Doa ifah kan selalu menyertai nenek. Andai kita bisa berbincang dalam mimpi, sungguh ifah akan selalu menanti mimpi itu. Ifah pengen ngobrol sama nenek, ifah mau berbagi cerita sama nenek, ifah kangen sama cerita-cerita nenek, ifah kangen pengen tidur disamping nenek. Ifah pengen nenek melihat ifah berkembang dan menjadi kebanggaan nenek.
“Ya Allah ampunilah nenek disana, jauhkanlah dari adzab kubur. Terangilah alam kuburnya. Tempatkanlah ia ditempat yang engkau muliakan disisimu….amiiinn”
Ramadhan 2010 masehi atau 1431 hijriyah
Berbeda dari ramadhan sebelumnya, yah..memang berbeda semuanya berbeda, semuanya berubah. Mulai dari status gue yang bukan siswa melainkan mahasiswa, dan juga bertambahnya kartu identitas gue…hahahaha gak penting.
Ramadhan ini pertama kalinya gue ngerasain puasa ditempat orang dan harus memulai hidup mandiri. Karena sekarang gue bersekolah di luar kota yang menuntut untuk jauh dari orang tua.yup, puasa pertama di asrama universitas. Bersama mahasiswa baru lainnya gue dan temen asrama gue memulai hari pertama puasa tanpa kehangatan keluarga. Belajar mandiri.
Hari pertama shalat tarawih gue di masjid UI. Rasanya bangga banget bisa shalat disini bareng anak-anak yang lain. Dengan dihantarkan oleh bis kuning yang start dari asrama. Melihat suasana malam di UI. Pokoknya kesan pertama yang gak bakalan gue lupain.
Sahur bareng dengan yang lain di kantin asrama. Ngeliat wajah-wajah kucel abis tidur..rasanya gak bakalan mengenali kalau mereka itu anak UI..hahahaha
Terus dilanjutkan dengan shalat berjamaah di mashing-masing lantai asrama. Lalu melanjutkan tidur kembali..gak lupa untuk men-setting alarm supaya gak kesiangan buat memulai aktifitas ospek kampus.
Petang tiba…saatnya berburu makanan berbuka. Hal pertama yang gue pikirin adalah mengusahakan makanan itu habis dalam sekali makan, jangan bersisa sampai sahur. Jujur, selama puasa tahun ini gue gak terlalu berselera. Terkadang gue gak makan berat, Cuma makan takjil doang. Habisnya gak berselera
Pernah suatu ketika gue males banget buat bangun sahur. Karena harus beli dulu ke kantin asrama dilantai bawah, sedangkan kamar gue di lantai 3. Untung aja tiap sahur ada ibu-ibu keliling yang sering lewat di tiap lantai asrama. Akhirnya gue beli aja dari situ. Did you know apa yang gue makan??? Cuma gorengan 2 potong ditambah susu, just that…
Tapi alhamdulillah gue tahan sampai maghrib dan gak kerasa rasa haus atau laper.
Tapi, karena selama sebulan penuh dengan aktifitas ospek dan kegiatan lainnya, jadi bulan ramadhan gak berasa lama. Tahu-tahu udah mau lebaran aja. Oh iya, saat lebaran ini gue gak dapet baju baru, sedihnya . Ini karena gue gak sempet mikirin kayak gituan. Lagian stok baju yang layak masih ada tuh. Tapi apalah artinya baju baru..toh gak mesti harus ada kan ditiap lebaran, hehehehe….
Gimana....????
Itu cerita ramadhan gue 2 tahun belakangan ini dan tahun sekarang...gimana cerita ramadhanmu???
Semoga kita menjadi manusia yang berhasil meraih kemenangan di bulan ramadhan ini...dan semoga, amal ibadah kita di terima dan dilipat gandakan. Yang paling utama adalah.....BAJU BARU, KETUPAT, RENDANG..ups, bukannnn... yang utama adalah semoga kita di pertemukan di bulan ramadhan tahun depan....AMIIIINNNN....
Entri Populer
-
Gak kerasa sudah 1 tahun berlalu (belon deng baru 1 setengah semester) dan gue ngejalanin satu tahun bela...
-
Ya Allah..kenapa hati ini gamang banget... >0 ‘satu pagi dihari raya by raihan’ , gue sempet sedih banget...apalagi salah satu liriknya “...
-
hum...sepertinya jepang itu merupakan salah satu negara dengan pusat budaya dunia yak.gak tau kenapa kalo ditanya tentang jepang,pasti banya...
-
gak seharusnya gue nulis ini postingan. karena gue cewe,tapi kenapa gue tetep nulis??? hahahaha... yah, pasti gue punya alesan tersendiri k...
-
“niatnya mau ngerjain buat ngasih kejutan ulang tahun tapi kok...jadi kayak gini yak...” Temen gue baru kemaren ulang tahun, nah karena t...
-
Bahagia rasanya mendengar suara mereka dari balik telepon selular. Walaupun hanya suara tapi keceriaa...
-
Aku adalah makhluk yang berasal dari kumpulan sel yang nista dan kotor. kau tahu apakah itu??mungkin kalian yang belajar ilmu manusia menget...
-
Kali ini gue nulis blog yang terfikir sekilas aja di benak gue. Lebih tepatnya gue lagi ngelakuin hal yang sesuai ama judul blog ini. Yup, h...
-
Sudah gak kerasa yak, kita ada dipenghujung bulan ramadhan. Bulan dimana paling spesial dari bulan-bulan yang lainnya. Dimana segala yang ki...
-
lo pernah gak ngerasain dimana lo gak guna banget. nah itu dia yang uge lagi rasain sekarang. gak tau kenapa gue ngerasa ga guna bangetttt.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar