Entri Populer

Sabtu, 21 Mei 2011

NOTHING IMPOSSIBLE IN THIS WORLD

gak sabar buat nulis blog saat ini juga, meskipun udah larut malam banget...

kawan tahukah kalian..beberapa jam yang lalu gue ngerasa gak bersemangat buat ngapa-ngapain, sekalipun itu buat makan atau hanya sekedar melakukan kegiatan yang paling gue suka yaitu nyanyi..hahaha
tapi malam ini gue disadarkan dengan kenyataan yang bener-bener mengesankan buat gue.

berawal dari munculnya mood diatas yang menyerang gue pada saat temen-temen gue lagi fokus belajar buat persiapan UAS, gue dengan santainya nonoton film, tidur siang, ngemil dan akhirnya gak mood buat buka buku dan berakhir ngebolang di dunia maya..hhahahah

setelah lama menatap layar monitor dan mencari kesenangan buat mengalihkan pikiran gue, ternyata adik kelas gue SMS dan menanyakan soal daftar ulang kuliah (secara dia diterima di PTN bareng gue dan gue harus bersedia meladeni layanan pertanyaan selama 24jam apa bedanya gue sama operator??)
nah dalam SMSnya dia bilang gini

"ka, mau tanya kan ayah saya udha bercerai..terus nama ayah,pekerjaan dan penghasilannya di kosongin atau gimana?"

lalu gue bales

"itu buat ngisi BOP-B ya?kalo kamu ngisi rapit biasanya gimana?kayaknya sesuain aja deh..tapi yang nanggung biaya masih bapak kan?"

gak berapa lama balasan SMS bikin gue membuka hati gue

"engga kak, ibu sama kakak saya yang nanggung biaya..bapak mah udah pergi gak tau kemana"

dan dari situ gue langsung terdiam dan berfikir sejenak tentang nasib adek kelas gue ini.
dan akhirnya gue bales

"oh gitu, ya udah di kosongin aja..eh tanggal berapa ya daftar ulang?"

dan hanya dibalas singkat..

"ok,makasih ya ka.."*

*hah??gue kan ngajuin pertanyaan..kok gak dijawab???



dan akhirnya karena penasaran, gue cari tahu tentang si anak ini. dan kebetulan gue udah bertemah dalam friendlist fb gue. dan gak ada gambaran kalo dia berlatar belakang keluarga broken home, tapi pas gue liat foto-fotonya..sumpah, gue ngerasa kecil dan belum ada apa-apanya dibandingkan dia...

secara, dia baru-baru ini diterima di UI melalui jalur SNMPTN undangan atau istilah dulunya PMDK atau penerimaan berdasarkan nilai rapot. dan ternyata dia dapet jurusan tek.mesin,dimana kalo mausk jurusan teknik kan mesti kuat ama hitungan...sumpah gue salut banget dah...

terus pas ngeliat fotonya, ternyata dia juga ikutan OSP Banten (mungkin olympiade sains, atau chemistry..gue juga kurang yakin..)tapi yang pasti dia ikutan semacam itulah. wow..amazing, gue aja yang kepingin banget ikutan olympiade gak pernah kepilih. yah akhirnya gue memutuskan ikutan lomba yang diadakan tingkat fakultas yang jadi prokernya, tapi gue bangga kok,,hehehe
balik lagi ke masalah tadi...

gue berfikir gini, kok bisa ya tuh anak mengatasi kesulitan seperti ini..sampai dia bisa sukses dalam bidang akademik??sumpah, mungkin kalo gue ada dipihak dia gue pasti bakalan nangis,meratapi nasib, dan mungkin ketingkat lebih parah..MEMARAHI TUHAN...jangan sampai...

dari situ gue ngerasa gak pantes banget buat gak bersyukur...secara gue masih punya orang tua utuh, keluarga yang adem ayem (walaupun terkadang ada cekcok), kondisi ekonomi yang cukup, dan pendidikan yang menjanjikan pula...yang paling pastinya gue gak pantes buat MENYIA-NYIAKAN ITU SEMUA. secara oran lain yang ada kekurangan masih bisa maju..kenapa gue gak yang punya semuanya..seharusnya gue bisa lebih dari dia....

Rabu, 04 Mei 2011

FUTURE ON MY HAND NOW!!!!

“kejarlah cita-citamu selagi umurmu masih muda”

Kawan...kalimat ini sederhana tapi punya makna yang sangat besar banget. Baru kmarin saat kuliah pengganti kinesiologi pada 2 mei 2011 di ruang MIPA FKUI tepatnya jam berapa kurang ingat, datang seorang dosen sekaligus dokter bagian rehabilitasi medik. Kesan pertama melihat sang pengajar, kearas, mungkin agak sedikit tegas, dan pasti super sibuk. Karena pas baru datang saja beliau sudah meladeni telepon yang masuk entah siapalah itu yang berada di seberang hubungan sana. Yang pasti membahas tentang dunia medik juga sih...(maaf dok, gak sengaja kedenger..^^)

Tapi ternyata kesan pertama belum tentu menunjukkan pribadi orang tersebut. Ketika kuliah dimulai dengan perkenalan sesaat dan introduction yang basi banget buat diulang apa lagi kalo bukan “kenapa kalian memilih jurusan ini??”. Haduh dok...itu mah pertanyaan yang ditanya pas awal-awal...tapi ternyata ada maksud dibalik pertanyaan itu. Tidak lain dan tidak bukan kalau dokter itu memastikan bakwa kita duduk di kuliah pada saat sekarang ini tidak hanya sekedar 4D, Datang, Duduk, Dengarkan, Diam. Tapi kita harus menghayati setiap materi yang akan disampaikan. Dan dari situlah sebuah motivasi baru muncul dalam diri ku, mungkin pada diri teman-teman yang lain. Pokoknya seru banget deh...^^

Selama kuliah berlangsung, beliau menjelaskan secara rinci, urut, dan terang. Meskipun pada saat itu terjadi kesalahan teknis. Slide materi yang seharusnya diberikan hari itu malah tidak ada. Dan akhirnya tanpa membuang waktu sang dokter atau pengajar menggunakan cara ceramah dalam menyampaikan materi kuliah saat itu. Tapi gak kayak kuliah-kuliah sebelumnya yang walaupun pake slide tetep aja tingkat kefokusan gue gak kurang dari setengah perjalanan materi diberikan. Namun kali ini meskipun tanpa slide tetep bisa fokus hingga kuliah berakhir.

Oke, kita skip bagian metode pemberian kuliah tanpa slide-nya si dokter. Kita lanjut ke judul awal...
Cerita punya cerita, ternyata si dokter ini dulunya bercita-cita ingin jadi sarjana ekonomi. Karena beliau ingin menolong orang lain yang kesusahan dengan ilmunya itu. Seperti yang dokter bilang pada awalnya dipikiran beliau saat itu yang bisa menolong kesusahan orang lain tolok ukurnya adalah uang. Dan dari situlah mengasa sang dokter muda dulu ingin menjadi sarjana ekonomi. Namun karena tuntutan dari orang tualah yang menjadikan impiannya itu mesti berubah 180o menjadi sornag dokter. Alhasil beliau menurut apa kata titah ibundanya. Sampailah pada titik akhir dimana selama menjalani kuliah untuk menjadi seorang dokter, beliau tidak terlalu menghayati. Hanya sekedar memenuhi standar kelulusan tanpa menghayati setiap materi yang diberikan. Alhasil, ketika koas berlangsung di semester akhir, timbullah keinginan dokter untuk menjadi sorang dokter yang bersungguh-sungguh menjalani tugasnya. Karena pada suatu kejadian yang mungkin menjadi titik balik sang dokter yang membuka mata hati dokter tersebut agar menjalani profesinya sekarnag dengan sungguh-sungguh, bukan karena paksaan atau tuntutan.

Alkisah, ketika sang dokter muda sedang menjalani masa koas sebagai dokter muda, datanglah seorang ibu yang membawa anaknya dengan diagnosa demamberdarah (maaaf, gue gak tau bahasa medisnya, tepatnya lupa..) stadium akhir, karena sudah keadaan mimisan. Si ibu meminta tolong pada dokter muda ini untuk menolong nyawa anaknya tersebut. Karena sang dokter dalam keadaan sedang koas, maka yang hanya bisa dia lakukan adalah mengecek sign vital si anak (karena memang itulah kerjaannya koa) dan mencatat setiap keadaan si pasien lalu menyerahkan catatan itu kepada dokter ahlinya. Singkat cerita, sianak berhasil tertolong nyawanya. Dan si ibu sangat-sangat berterima kasih kepada sang dokter muda ini karea telah menolong anaknya. Sang dokter muda berfikir, “jika ibu ini datang kepada dokter yang kerjanya asal-asalan, dalam tanda kutip gak profesional, gimana jadinya si anak ibu ini ya?”. Akhirnya muncullah tekad si dokter untuk berjanji akan menolong orang lain dengna profesinya sekarang secara profesional dan bersungguh-sungguh.

Intinya...si dokter sekarang menjalani hidup dengan tekad mengabdi pada masyarakat yang membutuhkan. Bagaimana dengan mimpinya ketika ingin menjadi seorang sarjana ekonom??. Cerita punya cerita si dokter sekarang meiliki perusahaan yang bergerak di bidak medis, dan beliaulah yang mengepalai perusaan tersebut. Dan sekarang...impian beliau dulu dan sekarang b erjalan beriringan. Yah karena itu tadi...tak pernah berhenti bermimpi, jika punya tekad yang kuat dan niat, serta berusaha lebih, maka semua itu akan tercapai dengan sendirinya.

Dan sekaran, semangan itu tertular kepada gue, yang menyimak dengna seksama setiap momen yang beliau ceritakan di sela-sela kuliah. Itulah yang membuat mimpi gue selama ini muncul kembali.
Kawan, tahukah kalian...sebetulnya gue sudah merasa cocok dengan jurusan yang gue ambil sekarang ini, namun ayah masih memiliki harapan ke gue dan memberikan suatu amanah ke gue untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih yaitu menjadi sorang dokter. Hummm....gue sih percaya aja akan hal itu, namun gue masih memikirkan soal biaya kedepanya. Berdasarkan fakta yang gue tahu, untuk menjadi sorang dokter itu butuh biaya yang gak sedikit kawan..selain itu butuh semangat yang gak luntur, serta harus mampu bersaing dengna orang-orang yang notabene mereka memang sudah biasa berkecimpung di dunia medis, dengna kata lain mereka dari keluarga cokter juga. Tapi gak menutup kemunginan juga yang gak dari keluarga dokter bisa ikutan disitu juga, tergantung kitanya juga sih..hehehe

Yah, itulah dia. Sekarang gue sedang menyusud main map gue yang baru, namun dengan 2 strategi berbeda. Jika strategi ke-1 gagal, maka gue melanjutkan yang ke-2. ....
Semangat buat semuanya...semoga impian dan harapan gue serta teman-teman yang membaca blog gue ini juga ketularan semangatnya.....oke ^-*
“MAN JADDA WA JADDA”*
*NEGERI 5 MENARA

Minggu, 01 Mei 2011

MY CHILDHOOD

"have you seen my chidlhood" (song by: MJ)

Kawan..pernahkan kau mengetahui dongeng tentang peterpan. Seorang bocah lelaki yang ingin terus menjadi anak kecil sepanjang hidupnya??

Mungkin hal ini hanya bisa terjadi dalam dongeng saja. Namun tahukah kalian...kalau masa kecil itu merupakan masa yang penuh dengan kebahagiaan.mungkin hal inilah yang mendorong si pengarang dongeng peterpen membuat hal demikian. Menjadikan tokohnya ingin terus hidup dalam dunia anak-anak. Mungkin kalian pernah merasakan masa itu, karena setiap manusia pastilah pernah melewati masa-masa itu.betabpa menyenangkan bukan masa kanak-kanak itu??? Meskipun tidak semua anak-anak bisa merasakan kebahagiaan yang sangat menyenangkan itu. Namun pastilah setiap individu punya caranya tersendiri untuk membuat masa itu menjadi berkesan dan takkan pernah terlupa.

Andaikan masa bisa diputar kembali, atau ada alat yang bisa membuat manusia kembali kemasa yang diinginkan serta dalam kondisi yang diinginkan, pastilah sudah membuat waktu menjadi kacau, karena setiap orang ingin kembali kemasa yang diinginkan untuk mengulang kesalahan atau hanaya sekedar merasakan atmosfer kenangan saja. Ah...tapi itu hanya ada dalam cerita atau dongeng, atau bahkan kartun animasi yang sering kali aku tonton saat kecil bahkan sampai sekarang pun masih.

Ya..jika aku di berikan kesempata untuk kembali kemasa itu, takkan ku sia-siakan kesempatan itu. Bukan untuk menebus kesalahan atau kekeliruan yang aku ambil dimasa itu, aku hanya ingin merasakan kembali semangat ku yang dulu pernah ada, mimpi-mimpiku yang telah ku ukir dalam asa, dan keceriaan serta kebebasanku .

Mengapa aku tiba-tiba menulis demikian kawan...sungguh aku tergugah ketika membaca novel yang menceritakan tentang masa kanak-kanak dengan sejuta dunianya yang pernah kulalui sebelumnya. Dan ditambah dengan iringan musik anak-anak jaman dulu karya sherina dengan judul pelangiku, menambah kerinduanku akan masa itu. Yah..masa dimana aku belum kenal dengan yang namanya masalah dan kewajiban. Dimana aku masih bisa dengan bebas berlari kesana-kemari, berteriak lantang, mengadu lomba dengan kawan sebaya, masih berbantah-bantah dengan ibu ketika disuruh, atau sekedar merengek meminta sesuatu yang aku inginkan. Ah......itu sudah berlalu 12 tahun, namun atmosfer itu masih terus menggelayut di dalam benakku. Tak bosannya aku memutar kembali kenangan itu dengan berbagai caraku sendiri. Dari mulai membuka album kenangan yang terekam dalam foto, mengulang cerita bodoh waktu kecil, sampai sibuk mencari tembang kenangan masa kecilku, salah satunya lagu sherina yang merdu dilantunkan oleh penyanyinya dengan tema dunia anak-anak .

Baru tersadar ketika dewasa ini. Ketika aku kecil, sering kali aku ingin cepat dewasa, karenan menurutku menjadi dewasa itu lebih asik. Karena semua dikerjakan sendiri, mengambil keputusan sendiri, dan sudah diperbolehkan ini-itu sendiri tanpa perlu meminta ijin orang tua. Ah...betapa sederhananya pemikiranku dulu. Terkadang aku menertawakan diriku sendiri ketika teringat impian itu. Namun ketika itu semua aku lalui..pikiran itu malah berubah jadi menyebalkan. Awalnya aku tidak menyangka secepat ini berlalunya masa kecilku, walaupun memang waktu itu berjalan sangat cepat seiring banyaknya kegiatan menyita waktu dan lain sebagainya. Hingga gerbang dewasapun akhirnya tiba didepan mata. Sedikit demi sedikit ku mulai tidak nyaman dengna perubahan yang terjadi, dari mulai aktifnya hormon-hormon puberitas hingga perubahan fisik yang wajar terjadi. Memang lumrah jika rasa tidak nyamanku ini muncul ketika awal puberitas, tapi inilah awal aku mengetahui kalau dunia dewasa itu tidak sesederhana yang aku impikan kala kecilku dulu.

Dulu aku sempat berifikir kalau bersekolah tingkat SMP itu menyenangkan. Karena ada pelajaran yang baru dan lebih aplikatif untuk dipelajari. Serta pergaulannya sudah mulai meluas. Namun setelah aku melaluinya, sungguh aku ingin kembali kemasa duduk di bangku sekolah dasar. Karena banyak sekalai tuntutan yang harus dipenuhi agar bisa dianggap lulus dalam mata pelajaran itu. Ah...masa kecil memang menyenangkan

Dulu aku sempat berfikir kalau bersekolah tingkat SMA itu menyenangkan. Karena kita sudah boleh memegang uang sendiri, memiliki banyak teman, penampilan lebih sedikit seperti orang dewasa, bicarapun mengenai hal-hal yang dewasa. Serta tidak susah lagi mencari pakaian atau sepatu untuk kita kenakan. Karena pakaian dewasa sangat bagus dan terlihat elegan. Serta banyak merk yang terkenal juga. Serta untuk suksesnya juga cepat. Namun setelah aku melaluinya, tidak banyak yang berbeda, sama saja seperti masa SMP. Malah tuntutannya lebih banyak dan lebih rumit persyaratannya. Serta kita dituntut merangkai masa depan sendiri.

Dulu sempat berfikir kalau bersekolah tingkat perguruan tinggi itu menyenangkan. Karena kita bisa jauh dari orang tua, mengurus diri sendiri, boleh bepergian jauh sendirian, membelanjakan uang sendiri yang pasti sudah boleh memegang kartu ATM sendiri. Itu suatu keinginan ku waktu kecil, menggunakan mesin penghasil uang sendiri..hahahaha imipian yang sangat sederhana bukan??. Namun setelah aku menjalaninya sekarang, terasa menyusahkan...malakukan semuanya sendiri. Jika lengah sedikit mengatur waktu, maka semuanya jadi berantakan. Bahakan jika sedikit salah mengatur uang taruhannya adalah perut tak terisi. Salah mengambil tindakan, bisa jadi mengundang musuh. Salah mengampil keputusan, resiko ditanggung diakhir. Pokoknya serba penuh ketelitian deh...

Dulu sempat terfikir kalau cinta itu menyenangkan karena orang dewasa selalu menyebutkannya, namun setelah aku tahu, bahwa cinta tidak sesederhana itu...namun sejatinya ada cinta yang memang dilahirkan untuk membahagiakan satu sama lain bukan saling menyakiti. Ah...untuk itu aku masih terlampau jauh, cukup cinta ibu dan ayahku saja yang aku tahu dan juga cinta pada tuhanku dan teman-teman terbaikku untuk saat ini.

namun sisi positifnya adalah..aku bisa mewujudkan apa yang aku impikan kala kecilku itu. Semua tinggal kenangan kala aku mengukir impian itu hanaya dalam asaku, dan kini satu demi satu sudah terwujud. Meskipun masih panajang perjalanan ini, namun aku masih bersyukur bisa melewati masa-masa itu dengan kenangan yang akan terus ada dalam ingatan remote ku ini....