Entri Populer

Jumat, 08 Juli 2011

STORY ABOUT FATHER

Aku adalah anak laki-laki yang masih punya sederetan cita-cita yang masih ingin aku capai. Mungkin sekarang aku belum tahu akan menjadi apa aku kala besar nanti. Mungkinkah aku menjadi seorang yang sukses?
Aku ingin seperti ayahku yang gagah memimpin keluarga, termasuk aku. Aku ingin sekali ingin seperti beliau. Kata ayah, jika aku ingin menjadi orang yang sukses, aku harus rajin belajar dan menurut pada ibu dan ayah.

Aku kini seorang remaja lelaki yang sedang mencari jati diri. Ingin jadi apakah aku? Apakah aku masih pantas untuk bermanja-manja? Tapi aku masih belum siap untuk menjadi dewasa..bagaimana ini??? Aku bingung, kata ayah aku harus mengikuti kata hati ku saat ini. Ingin jadi apa. Saat lulus sekolah nanti mau kenama aku,bekerja?? Aku belum siap. Atau kuliah??? Kira-kira aku cocok di bidang apa???
Oya…aku ingin seperti ayah, jadi pebisnis ulung. Dan keputusanku adalah mengambil jurusan ekonomi.

Aku kini lelaki dewasa yang sudah menginjak kepala dua. Yang kata orang pada usia segini aku seharusnya sudah produktif. Aku harus berkarya…menyusun rencana masa depan. Yah harus…tersusun secara spesifik, terukur, dapat dicapai, memenuhi target waktu dan masuk akal, apa yah kira-kira….????
Oh iya, aku ingat….ayah, yahm dari dulu aku ingin mengikuti jejak ayah menjadi pebisnis. Memulai semua dari awal dan menuai hasilnya di hari kemudian…
Pesan ayah hanya satu yaitu berusaha diatas rata-rata orang lain dan diirongi dengan doa.

Aku kini lelaki dewasa yang sudah cukup mapan untuk memenuhi kebutuhan hidupku juga membantu keluarga ku. Sekarang saatnya aku mencari pendamping hidup.
Kini usiaku sudah lewat seperempat abad. Yah memang usia segini aku sudah harus memikirkan yang namanya jodoh. Pesan ayah jarilah jodoh yang seiman dan agamanya kuat. Aku ingin yang kriterianya hampir sama dengan ibuku. Dialah perempuan yang super bagi hidupku.
….dan sekarang aku menemukan jodohku, kini statusku berubah baik di KTP (Kartu Tanda Penduduk) maupun di kehidupan nyata. Aku telah menjadi seorang suami.
Lalu apa lagi….?????
Yup, keturunan….tujuan dari menikah adalah memiliki keturunan bukan???? Agar kita memiliki penerus yang akan meneruskan estafet genetic keluarga ku.

Aku kini lelaki dengan banyak status. Kini statusku ayah, suami, anak, paman, cucu…..wah banyaknya, sebanyak usiaku kini. aku kini telah menjadi ayah dari anak-anaku. Aku akan mendidik mereka sebagaimana ayahku dulu mendidik aku. Aku akan mendidik anak lelakiku menjadi anak yang berani, tegas, dan percaya diri. Aku juga akan mendidik anak perempuanku menjadi anak yang berani, tegas, percaya diri dan juga aku akan melindungi mereka setiap saat.
Aku akan menggendong mereka ketika mereka terjatuh, mengobati mereka ketika terluka. Menemani mereka saat mereka merasa takut. Aku akan menjadi ayah yang kuat bagi mereka. Meskipun seiring waktu usiaku memakan kekuatanku. Namun aku harus tetap tegar.

Kini aku lelaki usia lanjut. Dan usiaku kini hampir lewat setengah abad. Tubuhku meulai mengalami perubahan. Kemampuan fisikku semakin menurun. Namun bibit-bibit kecilku dahulu kini telah tumbuh dan berkembang. Mereka telah menjadi apa yang mereka mau. Kini aku hanya menghabiskan waktuku menikmati hidup. Lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Serta menjaga kesehatanku saat ini.

Kini aku lelaki tua. Semakin bertambahnya usiaku, semakin bertambahnya statusku juga. Kini statusku bertambah satu menjadi seorang kakek bagi anak-anak dari anakku. Dan kini aku sudah tidak mampu bekerja seperti dulu. Kini aku hanya menghabiskan masa-masa usiaku untuk keluarga dan mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya. Aku isi sisa-sisa hidupku dengan berbagi bersama cucu-cucu ku. Kini mereka ku kenalkan artinya kehidupan. Kuceritakan semua pengalamanku dan pengalaman hidup ayahku. Aku ingin tetap berguna untuk orang lain walaupun secara fisik aku sudah tidak sanggup lagi. Namun hanya inilah yang bisa ku kerjakan. Memberikan nasihat kehidupan kepada bibit-bibit baru yang lebih unggul yang mewarisi genetic ku. Aku bangga dapat menjalani ini semua.

Kini aku sudah tak berdaya, entah berapa sekarang usiaku kini….
Dan sekarang aku melihat tubuhku kaku berbujur diiringi isak tangis dari anak-anakku dan penerusku. Sekarang aku tidak diantara mereka lagi. Kini aku sudah tidak menjadi bagian dari mereka. Aku sudah menempati dimensi lain. Hanya doa dari mereka yang dapat membantu aku melewati masa-masa di dimensi ku yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar